RADARNTT, Kupang – Air bersih masih menjadi keluhan banyak masyarakat di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya warga Kota Kupang sebagai ibukota provinsi.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT Darius Beda Daton menyoroti masalah air bersih yang masih menjadi keluhan warga Kota Kupang setiap tahun ketika musim kemarau.
Kota berjuluk KASIH itu, belum dikasih minum air bersih separuh warganya. Kota di atas karang memiliki keterbatasan sumber air baku. Mata air terbatas dan debitnya menurun pada bulan Juli hingga Oktober setiap tahun.
“Akibatnya, pelanggan hanya dialiri secara bergiliran setiap minggu. Satu minggu hanya sekali pelayanan oleh PDAM Tirta Lontar,” ungkap Beda Daton, Kamis (4/7/2024).
Meskipun tak jauh di seberang timur batas kota, di desa Oelnasi Kabupaten Kupang kokoh berdiri bendungan Tilong yang memiliki kapasitas produksi 150 liter/detik dengan kemampuan layanan 15.000 sambungan rumah (SR) atau setara 75.000 warga.
Menurut Beda Daton jumlah SR yang terlayani terbatas, sekira 41.958 SR (BPS 2022), sementara Kota Kupang berduduk sekira 474.801 jiwa, dengan proyeksi jumlah KK 113.620 (BPS 2023). Sementara di Kota Kupang ada dua operator PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang dan PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang.
Beda Daton mengatakan, selama ini masih mengandalkan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dalam membangun jaringan perpipaan air minum. Belum ada pemerintah daerah (Pemda) yang serius membangun jaringan SR.
“Jarang ada Pemda yang menganggarkan jaringan pipa SR. Alasannya membangun jaringan mahal. Akibatnya pelanggan tidak banyak bertambah,” imbuhnya.
Menurut Beda Daton, Bendungan Raknamo, Tilong dan Manikin yang mestinya berfungsi juga untuk air bersih selain irigasi ternyata tidak seperti yang direncanakan awal.
“Sehingga proyek strategis pusat tersebut tidak banyak bermanfaat untuk warga NTT baik untuk irigasi atau air bersih,” tandasnya.
Diketahui, sejak 22 tahun silam SPAM Bendungan Tilong dikelola untuk melayani dua operator PDAM Kabupaten Kupang dan PDAM Kota Kupang dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga. Namun, belum maksimal karena sejumlah masalah teknis pengelolaan oleh BLUD SPAM NTT dan non teknis dalam kesepakatan kerja sama.
Kepala BLUD SPAM NTT, Erasmus Jogo dalam keterangan mengatakan, selama ini sudah ada kerja sama dengan dua PDAM yang beroperasi melayani air minum bagi masyarakat Kota Kupang tetapi belum maksimal karena durasi kerja sama yang pendek dan sedikitnya spot pelayanan yang dibuka.
“Kita belum maksimal melayani dua PDAM yang beroperasi di Kota Kupang selama ini karena durasi kerja sama terlalu singkat dan spot pelayanan sedikit,” ujarnya.
Padahal, lanjutnya, masih idle capacity, dari kemampuan produksi 150 liter/detik yang digunakan saat ini baru sekira 75 liter/dektik.
“Pemanfaatan air minum curah sampai dengan saat ini dari kapasitas 150 liter/detik baru mencapai 19,98 persen,” sebutnya. (TIM/RN)







