RADARNTT, Kalabahi – Pemerintah Kabupaten Alor menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Kecamatan Alor Timur Laut, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan berlangsung Rabu, 19 Februari 2026 dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Alor, Marthen G. Moubeka, mewakili Bupati Alor Iskandar Lakamau yang berkesempatan hadir pada kegiatan tersebut.
Selain Bupati Alor, turut hadir, anggota DPRD Kabupaten Alor, Gabriel J. Laumakiling dan Joni Tulimau, Kepala Bapperida Kabupaten Alor, Melkisedek Beli beserta jajaran, pimpinan OPD, Camat Alor Timur Laut, unsur Muspika, para kepala desa, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dalam sambutannya, Moubeka menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah, provinsi, hingga nasional. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang partisipatif, terukur, dan berorientasi pada hasil.
“Musrenbang harus menjadi ruang bersama untuk menetapkan prioritas pembangunan secara rasional dan bertanggung jawab, terutama dalam kondisi fiskal yang terbatas,” ujarnya.
Penyusunan RKPD Tahun 2027, lanjutnya, memiliki arti penting karena berada pada tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Alor 2025–2029. Tahun tersebut menjadi fase konsolidasi dan akselerasi, yakni tahap penguatan implementasi visi dan misi kepala daerah melalui peningkatan kualitas pelayanan dasar serta efektivitas program prioritas.
Dia mengatakan, tema pembangunan daerah tahun 2027 mengusung semangat “Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dan Kawasan Kepulauan.” Tema ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dengan bertumpu pada kekuatan lokal.
Sektor unggulan seperti pertanian, kelautan dan perikanan, serta pariwisata, jelas Mobeka didorong menjadi penggerak utama peningkatan pendapatan masyarakat. Penguatan UMKM dan koperasi juga menjadi prioritas melalui peningkatan akses permodalan, pengembangan kapasitas usaha, serta perluasan akses pasar berbasis digital.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah memfokuskan pembangunan pada peningkatan konektivitas antar pulau dan antar desa melalui perbaikan jalan dan pelabuhan, serta penguatan sistem logistik daerah dan gudang komoditas strategis.
Namun demikian, Moubeka juga mengingatkan bahwa perencanaan pembangunan Tahun 2027 harus mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. Ia memaparkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang merupakan tindak lanjut kebijakan nasional berdampak pada ruang fiskal daerah, terutama pada sektor infrastruktur.
“Karena itu, tidak semua usulan dapat diakomodasi sekaligus. Pendekatan pembangunan harus berbasis skala prioritas, keberlanjutan layanan dasar, serta kegiatan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam Musrenbang tersebut juga disepakati hasil Pra-Musrenbang Konvergensi Stunting yang telah diinput dalam aplikasi Web Bina Bangda. Seluruh usulan kegiatan diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian indikator makro daerah Tahun 2027, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, pengendalian stunting, peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta penguatan tata kelola pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Alor juga menegaskan pentingnya sinkronisasi dengan kebijakan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, termasuk dukungan terhadap program prioritas nasional yang dapat disinergikan dengan potensi pangan lokal dan hasil perikanan.
Menutup sambutan, mewakili Bupati Alor, Moubeka mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk menjadikan forum tersebut sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, DPRD, kecamatan, desa, dan seluruh elemen masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimalkan sumber daya yang ada untuk mewujudkan Kabupaten Alor yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Diketahui, kecamatan Alor Timur Laut memiliki potensi pertanian lahan basah sawah irigasi dan lahah kering yang ditanami aneka tanaman pangan, palawija dan hortikultura serta tanaman perkebunan seperti kemiri, jambu mente, asam, kenari, kopi, vanili dan lain-lain.
Selain itu, ada potensi garis pantai yang membentang di bibir Laut Flores mulai dari Bukulau Muara Sungai Lembur sampai Muara Sungai Irawuri yang kaya aneka jenis ikan dan biota laut lainnya.
Letaknya cukup strategis, Kecamatan Alor Timur Laut berbatasan dengan empat kecamatan yaitu Alor Timur, Pureman, Alor Selatan dan Lembur. (TIM/RN)








