Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang Berpartisipasi Tingkatkan Pelayanan Pengunjung di Museum NTT

oleh -730 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang turut berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung di Museum Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Selama kurang lebih dua bulan pelaksanaan KKL, mahasiswa yang berkonsentrasi pada Public Relations (Humas) terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pelayanan, mulai dari menyambut dan mendampingi pengunjung, membantu proses dokumentasi kunjungan, hingga memberikan informasi terkait koleksi museum kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi ini dinilai memberikan kontribusi positif, terutama dalam mendukung komunikasi antara pihak museum dan pengunjung. Beberapa mahasiswa juga membantu menerjemahkan informasi bagi wisatawan asing yang datang berkunjung.

Kepala Museum NTT, Meffiboset E.I.Bollu Eoh, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa UNWIRA Kupang dalam pelayanan museum.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi ini. Mereka sangat membantu, terlebih khusus pada saat kedatangan tamu wisatawan asing, karena ada beberapa mahasiswa yang fasih berbahasa Inggris,” ujar Meffiboset E.I.Bollu Eoh belum lama ini.

Menurutnya, peran mahasiswa tidak hanya meringankan tugas staf museum, tetapi juga memberikan warna baru dalam pelayanan yang lebih komunikatif dan ramah kepada pengunjung.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA, Angelina Charita Beke Watu, menyampaikan bahwa pengalaman KKL di Museum NTT menjadi pembelajaran yang sangat berarti.

“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami mahasiswa Ilmu Komunikasi. Kami tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan Public Relation yang sudah dipelajari di kampus pada Kuliah Kerja Lapangan kami selama kurang lebih dua bulan di Museum NTT,” ungkapnya.

Melalui keterlibatan ini, kata Angelina, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi dan pelayanan publik, tetapi juga membangun relasi profesional serta memahami secara langsung dinamika kerja kehumasan di lembaga publik.

“Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi kebudayaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. (ACBW/TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.