Mahasiswa Cipayung Plus Demo Bupati Sikka

oleh -162 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Maumere – Menyoroti sejumlah janji kampanye yang belum terlaksana dan setahun kinerja Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Maumere yaitu GMNI, HMI, LMND, BEM Unipa Maumere dan IMM menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sikka, Rabu, (1/4/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap kinerja Bupati Sikka, yang dinilai belum memberikan kepuasan terhadap masyarakat Sikka. Dalam aksi ini, mahasiswa membawa beberapa poin tuntutan diantaranya, mendesak pembangunan infrastruktur sampai di pelosok desa, menindaklanjuti fasilitas publik, menindaklanjuti layanan kesehatan, bantuan sosial dan menegaskan pelaksanaan janji 20 ribu rumah layak huni.

Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko menyebut saat ini Kabupaten Sikka sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Menurut Chiko, sapaannya sampai hari ini tidak ada solusi yang jelas dalam membangun Kabupaten Sikka.

“Sampai dengan hari ini, kenapa kita kasih turun itu, bahwasannya Sikka lagi tidak baik-baik saja. Sikka lagi berduka. Kita punya pemimpin yang dengan gagasan ‘Maumere Baru’, tapi hari ini tidak ada langkah konkret, tidak ada solusi yang jelas untuk membangun Kabupaten Sikka,” kata Chiko.

Massa Aksi Kibarkan Bendera Hitam “Indonesia Gelap”, Bakar Ban dan Segel Kantor Bupati

Massa aksi mendatangi kantor Bupati Sikka dalam keadaan tertutup. Menyikapi masalah tersebut, massa aksi mengibarkan bendera gelap berdampingan dengan Bendera Merah Putih.

“Kita layangkan bendera dengan tulisan Indonesia gelap. Ya Sikka lagi gelap, Indonesia ini lagi gelap. Banyak kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat sampai provinsi tidak menyasar, tidak menyentuh masyarakat Kabupaten Sikka,” tegas Chiko.

Tidak hanya itu, massa aksi melakukan aksi bakar ban dan menyegel kantor Bupati Sikka karena tak bisa menemui Bupati.

“Iya kita segel kantor Bupati, karena pak Bupati tidak bertanggung jawab untuk menemui kita. Ini merupakan bentuk kekecewaan kita, kekhawatiran kita bahwa Sikka ke depannya itu diancam bahaya,” lanjut Chiko.

Menanggapi ketidakhadiran Bupati, massa aksi berjanji akan melakukan aksi jilid dua untuk menindaklanjuti tuntutan dengan massa aksi yang lebih banyak.

“Kita akan datang ketika aksi jilid kedua ya dengan massa yang lebih besar lagi. Kita akan mengevaluasi dan kita akan merekomendasikan hasil advokasi kita untuk kepentingan masyarakat. Seperti rumah layak huni, kemudian jalan, infrastruktur,” tegasnya.

Salah satu staf di Kantor Bupati Sikka mengungkapkan, Bupati sedang tidak ada di tempat, sedang tugas keluar sehingga tidak bisa ditemui massa aksi demontrasi.

“Pak Bupati sedang tugas keluar, tidak ada di tempat sehingga tidak ditemui massa aksi hari ini,” ujarnya sembari meminta tidak dikorankan identitasnya. (RA/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.