Himpaudi NTT Salurkan Sembako untuk Guru PAUD Korban Gempa Flores

oleh -67 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Maumere – Guru dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non formal Kabupaten Sikka menerima bantuan paket Sembako dari Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yahya Baksuni.

Acara berlangsung di Perumnas, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, (16/9/2026).

Keadaan rumah-rumah Guru PAUD yang terdampak rusak parah, khususnya di Kecamatan Palue dan Paga, mendorong Yahya Baksuni, tergerak untuk meringankan beban mereka.

“Kehadiran saya disini untuk bertemu sekaligus bersilaturahmi, juga dapat bertemu dengan guru-guru PAUD yang kena bencana. Kemudian memberikan sedikit bantuan bingkisan untuk meringankan beban yang ada di mereka masing-masing,” kata Yahya.

Bencana gempa bumi bermaknitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, menyisakan luka mendalam bagi guru PAUD Kecamatan Palue. Mereka harus mengungsi di posko sementara, selagi belum memiliki rumah permanen.

Dalam keadaan rumah yang rusak parah, Kepala PAUD Santu Agustinus Menotana, Rokirole, Kecamatan Palue, Agnes Noni, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Ketua Himpaudi di Sikka hari ini.

“Ini kami rasa bersyukur dan berterima kasih masih ada orang yang peduli tentang kami. Ke depannya semoga kami biar dengan adanya gempa kami tetap tegar, tetap maju, tidak akan mundur untuk menjalani PAUD ini dengan baik dan benar,” ungkap Agnes.

Dalam momentum ini pula, Ketua Himpaudi Kabupaten Sikka, Olga Oktaviana Naga mengungkapkan, masih banyak tenaga pendidik PAUD di Kabupaten Sikka yang terdampak akibat gempa, diantaranya 15 orang yang menerima bantuan hari ini.

“Kita melihat benar-benar mana yang terdampak Sehingga saya koordinasi ke Palue dan benar-benar teman-teman di Palue itu ada yang terdampak. Ada di paga juga, ada di bola sebenarnya. Tidak sempat mengirimkan nama, sehingga kita juga tidak tahu, sehingga ada beberapa nama yang saya sudah kirim, ada 15 nama yang saya sudah kirimkan untuk hari ini bisa bertemu untuk sedikit mendapatkan bantuan,” jelas Olga.

Trauma yang terus membekas ini, menjadi harapan besar bagi Ketua Himpaudi NTT, agar para guru PAUD bisa beraktivitas kembali sama seperti sebelum gempa. Aktivitas PAUD yang sempat terhenti juga diharapkan dapat beraktivitas normal kembali.

“Guru-guru PAUD ini juga harus memperhatikan anak-anak yang rumahnya juga kena gempa, supaya mereka jangan trauma. hasilnya kegiatan-kegiatan aktivitas pembelajaran itu diatur secara normal. Sebenarnya kegiatan-kegiatan PAUD ini jangan terputus, harus tersambung seperti sebelum terjadi bencana,” jelasnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Himpaudi Kabupaten Kupang ini telah berbagi sembako di beberapa kabupaten di Flores, diantaranya, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat. Dengan harapan tetap memperluas kunjungan ke daerah-daerah terdampak agar terus mengunjungi para korban yang terdampak.

Ketua Himpaude NTT tetap memperjuangkan para guru PAUD terutama aspirasi mereka melalui pengusulan revisi Undang-Undang, agar sekiranya guru-guru non formal yang belum mendapat sertifikasi, bisa berkedudukan yang sama dengan guru-guru PAUD formal. (RA/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.