RADARNTT, Kupang – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alexander Take Ofong mengatakan, hampir final partai NasDem mengusung Erickos Emanuel Rede dan Awaludin sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati kabupaten Ende periode 2024-2029 pada Pilkada Serentak 27 November 2024.
Ketika ditanya bagaimana perkembangan proses Pilkada kabupaten Ende, Alex Ofong mengatakan, hampir final DPP Partai NasDem segera mengeluarkan rekomendasi untuk Erickos Emanuel Rede dan Awaludin yang memilih sandi paket Era Milenial.
“Hampir final, tapi masih pastikan dengan hasil survei terakhir ini,” ungkap Alex Ofong, Senin (5/8/2024) petang via pesan whatsapp.
Alex Ofong menambahkan, menunggu hasil survei yang segera didapat hasilnya dalam waktu dekat. Bagi partai NasDem, katanya, survei sangat penting untuk mendapat gambaran peta kekuatan dan kelemahan sehingga treatment yang dilakukan tepat sasaran.
Sebelumnya, Pengamat Politik Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang mengatakan, figur Erik Rede bukan orang baru di lingkup Pemda Kabupaten Ende, karena memiliki rekam jejak politik dan pemerintahan, sebagai anggota DPRD maupun sebagai Wakil Bupati Ende.
“Itu artinya, Erik Rede sangat mengenal masyarakat dan problemnya. Dengan modal tersebut cukup beralasan baginya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Ende periode 2024-2029,” tegas Ahmad Atang.
Menurut Ahmad Atang, untuk mengikuti kontestasi politik Pilkada, setidaknya figur memiliki tiga modal utama, yakni modal politik, modal sosial dan modal finansial.
“Bagi Erik Rede, modal politik telah dimilikinya karena sebagai ketua partai NasDem. Maka NasDem merupakan partai pengusung utama tentu dengan mitra koalisinya,” tegas Ahmad Atang.
Dengan demikian, lanjutnya, tidak sulit bagi Erik Rede untuk maju karena memiliki partai sebagai modal politiknya.
Sedangkan modal sosial, Erik Rede dengan kiprahnya sebagai anggota DPRD dan Wakil Bupati tentu telah banyak berbuat dan mengayomi masyarakat. Modal sosial ini sebagai bukti karena yang bersangkutan dipercaya menjadi anggota DPRD dalam beberapa periode.
“Ini hanya bisa diperoleh kalau figur memiliki massa loyal. Maka, Erik Rede telah memiliki massa yang dapat dikapitalisasi menjadi modal utama menuju Pilkada mendatang,” tandas Ahmad Atang.
Sementara itu, kata Ahmad Atang, modal finansial dalam rangka memobilisasi jaringan dalam kerja-kerja politik ke depan. Sebagai politisi yang berpengalaman, Erik Rede tahu apa yang mesti dilakukan untuk suksesnya sebuah perjuangan.
“Oleh karena itu, modal finansial bukan segala-galanya akan tetapi segalanya tidak akan tercapai tanpa dukungan finansial,” pungkas Ahmad Atang.
Diketahui, paket Era Milenial bakal diusung partai NasDem (4 kursi) dan PSI (4 kursi) total 8 kursi DPRD kabupaten Ende. (TIM/RN)







