RADARNTT, Kupang – Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Kupang mendorong penanganan masalah sampah dengan melibatkan masyarakat dalam memilih dan memilah sampah mulai dari tingkat rumah tangga sehingga tidak ada pembuangan sampah sembarangan.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, S.H. menekankan penanganan sampah yang paling sederhana dimulai dari dalam rumah tangga.
“Bagaimana kita memilah sampah basah dan kering. Sampah kering bisa dibakar bagi yang mempunyai sedikit lahan dan yang basah bisa dijadikan humus atau pupuk dan sampah anorganik sampah yang tidak bisa diurai berupa kaleng/plastik bisa didaur ulang,” kata Neda, Senin (20/1/2025).
Menurutnya mendaur ulang sampah menjadi barang yang indah dan produk yang bernilai ekonomi membutuhkan edukasi berupa pelatihan bagi masyarakat supaya bisa mempunyai keterampilan/keahlian untuk memberdayakan dan mendayagunakan sampah anorganik menjadi sesuatu produk yang berguna.
“Sampah memang sudah menjadi momok Kota Kupang apalagi di musim penghujan begini banyak lalat yang bisa menimbulkan penyakit disentri, Pemerintah Kota Kupang harus benar-benaŕ punya tekad dan niat yang serius menangani sampah di Kota Kupang,” tegas Neda.
Senada dengannya, Anggota Fraksi NasDem Jabir Marola menekankan perlu merubah mindset .masyarakat melihat sampah bukan masalah tetapi sampah sebagai uang.
“Kita perlu merubah mindset masyarakat melihat sampah bukan masalah tapi sebagai uang,” tegas Jabir Marola.
Wakil Ketua DPRD Kota Kupang itu mengatakan, sudah menganggarkan Rp2,9 Miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 untuk pengadaan mobil pencacah sampah.
“Kita juga sudah mengalokasikan anggaran Rp2,9 Miliar untuk mobil pencacah sampah,” kata Jabir Marola.
Jabir Marola juga menyarankan pemerintah kota untuk menjual mobil truk sampah yang dalam kondisi rusak untuk menambah pendapatan dan tidak membebani daerah.
“Dari 35 mobil sampah ada 14 yang rusak itu dijual saja agar ada pendapatan dan tidak membebani APBD dalam operasional dan pemeliharaan,” tegas Anggota DPRD Tiga Periode.
Penjabat (Pj) Walikota Kupang Linus Lusi Making mengatakan, Pemerintah Kota Kupang dipimpin Walikota dan Wakil Walikota periode 2025-2029 siap menjalankan visi dan misi pembangunan yang dimulai dari 100 hari.
“Dengan optimalisasi sistem kerja yang dibangun selama ini serta sentuhan teknologi yang butuh waktu tambahan,” kata Linus Lusi.
Belum lama ini, Walikota Kupang Terpilih, dr Christian Widodo menyatakan akan fokus menangani persoalan sampah di Kota Kupang dalam 100 hari kerja.
“Prioritas kita yang pertama sudah pasti sampah. Sampah ini menjadi keluhan di mana-mana, saya sering terima keluhan soal ini setiap hari,” ujarnya usai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Kupang Terpilih di Hotel Aston Kupang, Kamis (9/1/2025).
“Meski dalam 100 hari kerja kita belum bisa pastikan selesai semuanya, tapi minimal kita bisa mengurangi persoalan sampah yang berserahkan ini,” sambungnya.
Christian mengaku sudah mendesain soal pengelolaan sampah menjadi produk yang bernilai guna dalam jangka panjang,.
“Kan sampah organik ini bisa jadi batu bata, serta produk lainnya yang bermanfaat,” kata Walikota Terpilih. (TIM/RN)
.








