Ekspedisi Patriot UNDIP Sinergi dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah di Desa Waipaddy SBD

oleh -587 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Tambolaka – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang mengadakan pertemuan koordinasi dengan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Desa Waipaddy Kecamatan Kodi Bangedo, dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Dinas Perumahan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Selasa (30/9/2025).

Pertemuan Tim Patriot UNDIP, bersama Perwakilan Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumba Barat Daya guna membahas terkait dengan penerima manfaat bagi masyarakat Desa Transmigrasi khususnya Desa Waipaddy, Kodi Bangedo.

Pertemuan berlangsung di balai Desa Waipaddy, dihadiri oleh perwakilan Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten SBD, Dinas Perumahan Kabupaten SBD, serta Tim 1 dan Tim 2 Ekspedisi Patriot UNDIP, bersama dengan perwakilan masyarakat transmigran setempat.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Novia Fitriyati.

Anggota Tim Ekspedisi Patriot UNDIP, Hani S. Sawasemariai S.Sos, M.PWK menjelaskan bahwa rapat bersama secara garis besar, menyampakan kondisi aktual kawasan transmigrasi Desa Waipaddy yang dibangun pada tahun 2012 untuk 100 kepala keluarga (KK) pada lahan seluas 30 hektar.

“Saat ini, dari 100 unit pemukiman, hanya 82 unit yang masih dihuni, sementara 17 unit lainnya dalam kondisi rusak. Permasalahan mendasar yang dihadapi masyarakat adalah belum tersedianya jaringan listrik PLN, keterbatasan air bersih yang hanya mengandalkan penampungan air hujan dan air tangki, serta kondisi MCK yang memerlukan perbaikan segera,” ujarnya.

Hani juga menjelaskan, dalam pembicaraan lebih mendalam, terungkap bahwa kondisi ekonomi masyarakat masih cukup minim dengan pendapatan rata-rata Rp300.000 setiap bulan yang berasal dari komoditas cokelat (dinilai Rp20-30 ribu/kg), pinang, kelapa, ayam, dan jagung dengan pola panen jagung dua kali dalam setahun.

“Walaupun sudah ada bantuan satu ekor ternak per keluarga dan beberapa bantuan sosial serta PKH, distribusinya belum merata. Dalam hal infrastruktur pendidikan, meskipun telah ada rehabilitasi di lima sekolah, masih ada kebutuhan mendesak untuk pembangunan Sekolah Dasar (Sekolah Rakyat),” jelas Hani.

Hani juga menyamoaikan beberapa keputusan serta saran penting yang dihasilkan dalam pertemuan ini antara lain:

Pertama, Dinas Perumahan Kabupaten Sumba Barat Daya akan melakukan verifikasi dan pendataan ulang terhadap 17 unit rumah yang rusak untuk diusulkan dalam program bantuan perumahan swadaya, dengan rekomendasi agar program serupa lebih diperluas di wilayah transmigrasi bukan hanya di kota.

Kedua, Kemenko akan mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik, saluran air bersih, dan perbaikan MCK, dengan dukungan koordinasi yang intens antara pemerintah kabupaten dan PLN.

Ketiga, untuk bidang pendidikan, disarankan pembangunan sekolah negeri baru untuk menjamin akses pendidikan yang baik

Anasrullah, Sp, MS selaku Dosen (UNDIP) dalam arahannya mengatakan, rencana tindak lanjut mencakup koordinasi yang lebih mendalam di antara semua pemangku kepentingan, dengan Kemenko sebagai fasilitator intervensi pusat, OPD kabupaten bertanggung jawab untuk pelaksanaan teknis dan pengumpulan data, serta Tim Ekspedisi Patriot UNDIP yang akan membantu dokumentasi dan penyusunan rekomendasi kebijakan.

“Kesepakatan bersama dibuat untuk meningkatkan perhatian dan perencanaan pengembangan fasilitas pemukiman transmigran dengan cara yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan,” ujar Anasrullah.

Rapat diakhiri dengan menyepakati untuk segera mengikuti berbagai poin hasil kesepakatan yang telah tetapkan, mendorong sinergi yang lebih kokoh antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam usaha meningkatkan kualitas hidup warga transmigran di Desa Waipaddy. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.