RADARNTT, Maumere – DPD Partai NasDem Kabupaten Sikka mengucapkan selamat atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sikka periode 2025-2030 Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sikka, Romanus Woga menyampaikan selamat memimpin nian tana Sikka kepada Bupati dan Wakil Bupati Sikka Juventus Yoris Prima Kago dan Simon Subandi Supriadi.
“Selamat atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka dan selamat memimpin nian tana Sikka lima tahun ke depan. Semoga amanah dan sukses membawa masyarakat kabupaten Sikka ke masa depan yang lebih baik,” ujar Romanus Woga.
Romanus Woga menegaskan, Partai NasDem Kabupaten Sikka melalui fraksi di DPRD sebagai sesama penyelenggara pemerintah daerah akan memberi atensi dalam memajukan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat selama lima tahun ke depan.
“Kami partai NasDem akan memberi perhatian pada sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat kabupaten Sikka selama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati agar berjalan sesuai harapan untuk kemajuan yang adil dan merata,” tandas Mantan Wakil Bupati Sikka 2018-2023.
Diketahui, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sikka periode 2025-2030 Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden pada Kamis, 20 Februari 2025 bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur dan 20 Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota.
Bupati Kabupaten Sikka periode 2025-2030 Juventus Prima Yoris Kago yang dihubungi awak media menyatakan sementara masih fokus kegiatan retret bersama di Akademi Militer (Akmil) Magelang sampai akhir bulan ini.
Terkait program 100 kerja pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi atau Paket JOSS adalah melakukan validasi data masyarakat miskin penerima bantuan sosial (Bansos) akan menjadi salah satu agenda kerja.
Sebagaimana disampaikan Ketua Tim Transisi Koalisi Maumere Baru, Heri Siku, kepada Ekora NTT belum lama ini.
“Keluhan yang umum dalam setiap kunjungan kampanye pada hampir 300 titik yakni pemberian Bansos tidak tepat sasaran. Dalam 100 hari pemerintahan data masyarakat miskin divalidasi secara berjenjang dari desa sampai ke kabupaten,” kata Heri Siku.
Heri membeberkan kenyataan yang ditemukan bahwa keluarga miskin yang seharusnya menerima beasiswa pendidikan atau Bansos lainnya tidak mendapatkannya. Sedangkan keluarga yang sebenarnya secara ekonomi mampu dan tidak masuk kategori miskin justru bisa mendapatkan Bansos.
Selain validasi data masyarakat miskin, lanjut Heri, pekerjaan urgen lainnya yakni penanganan sampah di Kota Maumere yang dari masa ke masa pemerintahan masih sulit teratasi. (TIM/RN)







