DBD Merenggut 1 Nyawa di Sikka, Kadinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

oleh -921 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Maumere – Kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) kembali menyerang warga kabupaten Sikka, dengan adanya satu kasus baru di awal Januari 2026. Diketahui, seorang anak perempuan berusia 11 tahun meninggal dunia Sabtu (10/01/2026) dinihari di RSUD TC Hillers Maumere pukul 03.02 Wita. Ini adalah korban meninggal dunia pertama pada tahun 2026.

Bahkan sepanjang tahun 2025, meski kasus DBD cukup banyak yakni 353 kasus, tidak ada satu pun korban meninggal dunia.

Menanggapi kasus tersebut kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan terutama saat musim hujan.

“Karena di musim-musim penghujan ini sampah, genangan air semua akan berserahkan dimana-mana. Sehingga kita melakukan, dan sebenarnya untuk PSN (pemberantasan sarang nyamuk) ini sudah dilakukan setiap Puskesmas. Tapi yang harus juga menjadi kesadaran masyarakat dan warga ini bergerak dari rumahnya. Itu yang harus menjadi perhatian kita. Sehingga kesadaran masyarakat ini supaya bisa lebih optimal lagi. Kemudian pihak sekolah atau keluarga atau institusi untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, jentik nyamuk itu diberantas semua supaya kita bisa menekan kasus ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat dengan sigap membawa pasien ke Puskesmas atau Rumah Sakit jika terjadi gejala DBD.

“Yang kita mengimbau kepada masyarakat, kalau anak-anak demam ya langsung bawa ke rumah sakit. Saya selalu katakan mau ke dukun silakan, tapi ya dukun dengan pasien harus dibawa ke rumah sakit,” tegasnya.

Sementara itu, kepada seluruh pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas, ia mengatakan sejauh ini telah melakukan pelayanan secara profesional.

“Itu semua Puskesmas kita instruksikan untuk selalu waspada dan melakukan edukasi terhadap masyarakat melalui mobil calling maupun tata muka langsung di setiap kelompok kegiatan, setiap masing-masing wilayah kerja Puskesmas. Kita dibackup dengan dinas kesehatan, tim gerak cepatnya Dinas Kesehatan itu, dia antisipasi 1 x 24 jam apabila Puskesmas kesulitan dengan ambulans untuk merujuk pasien. Dibackup langsung oleh dinas kesehatan. Dan juga untuk di rumah sakit, tiga rumah sakit ini kita berharap bahwa penanganan itu lebih cepat ke arah tata laksana DBD,” tandasnya.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular tingkat Kabupaten Sikka menghimbau kepada seluruh pemangku kepentingan yakni dinas-dinas agar turut terlibat dalam menjaga dan mengedukasi masyarakat.

“Saya ingat waktu itu pernah terjadi mungkin waktu itu 16 kematian, penyebarannya sangat cepat dan sudah kita lakukan maksimal, tetapi kita tidak boleh menyalahkan siapa-siapa, mungkin ini jalan hidup atau Tuhan sudah mengambil pilihan seperti itu yang harus tanggung jawab,” kata Bupati.

Untuk diketahui, dalam lima tahun terakhir kasus DBD di Kabupaten Sikka terbanyak pada kelompok usia 5-15 tahun yang memungkinkan terjadi penularan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan mulai bulan September dan puncak kasus pada Februari sampai Maret. Untuk tahun 2026 sudah menyebar di Puskesmas dan terbanyak di Puskesmas Beru dan Kewapante. (RA/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.