Bendungan Temef Terbesar di NTT

oleh -1578 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Soe – Mobil kijang innova reborn putih melaju mulus sore itu sekitar pukul 16:00 Sabtu (29/3/2025) menuruni bukit kecil yang ditumbuhi tipis rerumputan padang savana dan eukaliptus (kayu putih/lokal) di kedua sisi jalan, disambut gerimis hujan yang berlalu begitu cepat tatkala kaki pertama memijak pelataran lokasi proyek monumental di Lembah Temef.

Menyuguhkan sebuah pemandangan yang sungguh memanjakan mata, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) adalah waduk terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibangun dengan biaya Rp2,7 Triliun dengan memiliki luas genangan 297,78 hektar dapat menampung air hingga 45,78 juta meter kubik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Temef di penghujung masa tugasnya Rabu, 2 Oktober 2024. Bendungan yang dibangun PT Waskita Karya itu, mencakup tiga desa di dua kecamatan, yakni Desa Oenino dengan Desa Pane Utara, Kecamatan Oenino, serta Desa Konbaki, Kecamatan Polen, dengan panjang puncaknya mencapai 535 meter dan tinggi 54,35 meter.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan Bendungan Temef memiliki luas genangan 297,78 hektare, dan dapat menampung air hingga 45,78 juta meter kubik.
 
Ermy kepada Tempo menuturkan, Bendungan Temef juga akan berfungsi sebagai pengendali banjir pada area hilir bendungan.

“Bendungan Temef mampu mereduksi banjir di Kabupaten Malaka sebesar 15 persen,” kata dia.

Pembangunan Bendungan Temef disertai pembangunan jaringan irigasi. Untuk mendukung pertanian dan ketahanan pangan di daerah beriklim kering.

Bendungan Temef memiliki beberapa manfaat diantaranya, sumber air baku dengan kapasitas 131 liter per detik, mengaliri irigasi seluas 4.500 hektare, mereduksi banjir seluas 3.750 hektare, potensi Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTM) 1 Megawatt (MW), serta meningkatkan indeks pertanaman dari semula 150 persen menjadi 250 persen.

Manfaat langsung yang akan dirasakan dengan adanya Bendungan Temef adalah pengendalian banjir 100 persen. Kalau untuk irigasi, saat ini sudah ada saluran eksisting yang sudah fungsional, ada juga irigasi potensial dan akan dilanjutkan untuk mengoptimalkan fungsi bendungannya.

Selain Bendungan Temef, ada juga beberapa bendungan di NTT yang dikerjakan era Jokowi yaitu Bendungan Raknamo kapasitas tampung mencapai 14,09 juta meter kubik air. Bendungan Napun Gete memiliki luas genangan 99,78 hektar total tampungan 11,2 juta meter kubik air. Bendungan Napun Gete direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 300 hektar.

Bendungan Rotiklot merupakan yang terkecil di NTT. Bendungan ini hanya memiliki luas genangan 24,91 hektar, dengan kapasitas tampung air 3,30 juta meter kubik. Sementara dua bendungan lain, Manikin dan Mbay, diperkirakan selesai pada tahun 2025. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.