RADARNTT, Betun – Meskipun kepemimpinan Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH MH belum berakhir masa jabatannya, kini kembali bersanding dengan Felix Bere Nahak, S.Pt (Bacabub dan Bacawabup) dengan Paket SN-FBN untuk bertarung pada Pilkada Malaka Tahun 2024 pada November mendatang.
Paket SN-FBN sudah mendaftar pada sejumlah Partai Politik (PARPOL) pada Pilkada Malaka kali ini, diantaranya ; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Demokrasi Rakyat (Demokrat), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra),
Kepada wartawan via whatsApp Rabu (/22/05/2024) pukul : 9.30 Wita, pengacara Eduardus Nahak, SH MH mengatakan sudah tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
“kalo mau kembali ke pemerintahan sebelumnya maka kita akan kembali di bawah bayang-bayang penjajahan Iha Itakan Rai Malaka,
” Kalo komparasi dengan pemerintahan sebelumnya, Kabupaten Malaka ada dalam bayang-bayang penjajah dan ketakutan, hanya kita tidak sadar, otoriter, dan pembunuhan karakter, dan menguasai hampir seluruh tatanan birokrasi dan kemasyarakatan, dan Bupati saat itu banyak, mulai dari atas hingga tingkat paling bawah, waktu itu Bupati semua, yang ber-NIP saja takut kepada orang yang tidak memiliki ijazah,” tegas Edu Nahak.
Pengacara fenomenal ini, juga menyinggung soal uji mental, mengasah ketrampilan otak IQ ( Intellegency Quotient) dengan pertanyaan kuisioner; ” coba bandingkan Pemerintahan Malaka sebelumnya dengan Pemerintah saat ini, seperti apa wajah kota Malaka dibawah kepemimpinan Dr. Simon Nahak, suka atau tidak suka.” ketus Edu Nahak.
Pemerintahan Malaka sebelumnya, apakah dulu ada gedung-gedung milik pemerintah, dan fasilitas umum, lainnya, tapi di bawah kepemimpinan Dr. Simon Nahak, silahkan lihat sendiri, suka atau tidak suka, kondisinya memang ada perubahan wajah kabupaten Malaka.
Lebih jauh Edu Nahak menambahkan, memilih figur pemimpin Malaka haruslah pemimpin yang bisa tahu menghargai orang lain dan tahu kebiasaan adat istiadat orang Malaka secara utuh, tidak membunuh karakter orang lain dan tidak pilih kasih, tidak membentak orang di hadapan banyak orang, lebih mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan kelompok dan individu.
” Hari ini kalo ada yang mengatakan, Pemerintahan Malaka sebelumnya lebih baik dan baik-baik saja dengan Pemerintahan Malaka saat ini, maka orang tersebut harus di uji mentalnya, saya tahu betul Pemerintahan Malaka sebelumnya, kalo orang dari jauh ngomong itu gampang. Tapi saya yang alami dan rasakan sendiri waktu itu, maka saya yakin bahwa Dr. Simon Nahak akan memimpin kembali Kabupaten Malaka 2 periode,” tutup Edu Nahak. ( ab/rn)







