RADARNTT, Ende – Berpengalaman di lingkup pemerintahan selama 17 tahun mulai dari Kepala Desa sampai Wakil Bupati kabupaten Ende, Erikos Emanuel Rede (Erik Rede) sangat optimis bisa memenangkan pemilihan bupati dan wakil bupati yang digelar akhir November mendatang.
Erik Rede mengungkapkan optimisme memenangkan pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten Ende karena bercermin pada pengalaman hidupnya menata karier dari bawah. Sebagai anak petani dari kampung Moni Lio, menjadi Kepala Desa tahun 2008, terpilih tiga kali anggota DPRD kabupaten Ende (2009-2019), menjabat Wakil Ketua DPRD dua periode (2014-2022) dan Wakil Bupati (2022-2023).
“Saya sudah 17 tahun berkecimpung di lingkup pemerintahan mulai dari bawah, pernah menjadi Kepala Desa, Wakil Ketua DPRD dan Wakil Bupati Ende,” ungkap Erik Rede, Sabtu (13/7/2024).
Pengalaman ini, kata Erik Rede, sudah membangun citra dan cita rasa politik dari bawah. Menyelami dan mengalami kondisi riil masyarakat sebagai anak petani dari kampung.
Sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Ende, Erik Rede sejak awal sudah membulatkan tekad maju calon bupati bersama Awaludin politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai wakil bupati dalam Pilkada tahun 2024.
Erik Rede cukup familiar di masyarakat kabupaten Ende dari semua kalangan, dia juga fasih berbahasa daerah Ende, Lio dan Nagekeo di perbatasan bagian barat.
Menurut Erik Rede, berbahasa daerah atau bahasa ibu menjadi penting sebagai melestarikan budaya dan identitas suatu bangsa yang harus dipertahankan dan dihormati.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Apolonaris Gai mengatakan, politisi muda Erik Rede yang baru genap usia 48 tahun sudah banyak makan asam garam politik. Tingkat lokal kabupaten Ende, Erik Rede sudah menyandang berbagai posisi politik dalam usia yang relatif masih muda.
“Sehingga kita jangan ragu pada orang muda, tetapi berikan kesempatan bagi orang muda unjuk kebolehan. Kini, saatnya orang muda memimpin daerah,” ujarnya.
Aris Gai, sapaanya juga mengingatkan Erik Rede konsisten dan menjaga diri dan fokus pada pilihan dan sikap politik yang sudah diambil agar sukses meraih cita-cita politiknya. Tidak tergelincir pada hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
Menurutnya, Erik Rede merupakan satu-satunya mantan aktivis yang berkontestasi di Pilkada Ende tahun ini, sebagai mantan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang tentu sudah cukup matang melewati proses kaderisasi berkanjang.
“Erik Rede sebagai mantan aktivis PMKRI tentu sudah melewati proses berkanjang dalam kaderisasi dan menjadi bibit unggul,” ujar Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang era 90-an itu.
Diketahui, koalisi Partai NasDem dan PSI sudah memenuhi syarat jumlah kursi untuk mengusung calon yaitu masing-masing 4 kursi maka total 8 kursi DPRD kabupaten Ende. (TIM/RN)







