10 Kapal Dukung Kampung Nelayan Merah Putih di Alor

oleh -71 Dilihat
Mesak Blegur
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun kampung nelayan merah putih di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Alor yang mendapat dukungan fasilitas 10 unit kapal nelayan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, Mesak Blegur S.Pi ke media ini di ruang kerjanya Jumat, (31/7/2026).

Dia mengatakan, pada tahun 2025 Kabupaten Alor mendapat satu kampung nelayan merah putih yang telah dibangun di Kelurahan Adang dan sudah beroperasi. Dijelaskannya, kampung nelayan merah putih tersebut dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti bangunan pabrik es, cold storage (ruang pendingin), bengkel nelayan, ruang kuliner untuk jual hasil nelayan dan kios jual peralatan nelayan.

Selain itu, lanjutnya, difasilitasi dengan 10 unit kapal, mesin kapal ikan dan alat tangkap ikan. Oleh karena itu, kata Blegur, presiden menugaskan Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakili staf ahli Ma Kulfi melakukan pemantauan selama dua hari di NTT khusunya di Kabupaten Alor untuk memantau operasional kampung nelayan merah putih.

“Ma Kulfi memberikan apresiasi karena kampung nelayan merah putih di Alor sudah beroperasi ” jelas mantan Kepala Kesbangpol ini.

Menurutnya, kapal kapal nelayan sudah beroperasi dan yang belum beroperasi yakni cold storage. Oleh karena itu, dia mengharapkan agar kampung nelayan merah putih ini dapat memberikan dampak peningkatan pendapatan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan juga melihat Kabupaten Alor mempunyai potensi maka di tahun 2026 ini akan dibangun lagi enam kampung nelayan merah putih.

“Dan secara fisik, sudah dibangun empat kampung nelayan merah putih dan dua lainnya akan bertahap. Kampung nelayan merah putih yang akan dibangun diantaranya, Kelurahan Kabola, Kelurahan Kabir, Desa Kayang, Desa To,ang, Desa Alor Kecil dan Desa Treweng,” sebutnya.

Untuk kelautan dan perikanan, kata Blegur, difokuskan pada pengembangan rumput laut karena potensi rumput laut cukup besar. Seperti di kecamatan Kabola yaitu di Pante Deere, di kecamatan Alor Barat Laut yaitu di Kelurahan Adang, di kecamatan Pantar yaitu desa Munaseli, desa Bana, desa Pandai. Kemudian kecamatan Pantar Barat di desa Blangmerang, desa Baranusa, dan selanjutnya di kecamatan Pantar Barat Laut yaitu di desa Marica, desa Kayang, desa Kalondama Barat, desa Lamma dan desa Beangonong.

“Pemerintah dukung dengan memberikan bantuan tali, kasih bibit dan kasih parit untuk pengembangan rumput laut dalam mendukung program pemerintah daerah Gerbang Timur dengan spirit Alor Berkemas,” ujar Blegur.

Sementara itu, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo juga turut memberikan bantuan kepada masyarakat berupa bantuan sarana budidaya rumput laut. Hal ini merupakan implementasi dari ekonomi strategis pangan daerah yang terdiri dari pertanian, perikanan dan kelautan serta pariwisata.

Menurut data jurnal riset perairan Alor dikenal dengan terumbu karang yang masih terjaga dan menjadi habitat berbagai spesies ikan bernilai ekonomi tinggi, seperti cakalang, tuna, gurita, dan cumi-cumi. Berdasarkan data statistik kelautan Kabupaten Alor, potensi rata-rata produksi perikanan di Kabupaten Alor mencapai 2.380.898,4 kg, dalam lima tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa Alor memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Walaupun memiliki potensi perikanan yang besar Kabupaten Alor belum sepenuhnya mampu memberikan hasil optimal secara konsisten dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dari data hasil produksi subsektor kelautan Kabupaten Alor yang menunjukkan fluktuasi, bahkan penurunan signifikan, Sektor perikanan di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan luas wilayah laut mencapai 6,4 juta km² dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi perikanan yang melimpah. Namun, dinamika ekonomi politik yang melibatkan kebijakan, aktor, dan tantangan struktural sering kali memengaruhi efektivitas pengelolaan sektor perikanan dalam beberapa komoditas perikanan unggulan. (NB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.