RADARNTT, Maumere – Sebulan beroperasi, relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Nita kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur mengaku sangat terbantu dalam menghidupi ekonomi keluarga terutama dalam membahagiakan anak-anaknya.
Hal itu disampaikan Yasinta Lewa, salah satu relawan MBG di Kecamatan Nita kepada media ini, Kamis (11/12/2025).
“Saya sangat bersyukur karena saya bisa bekerja sebagai relawan MBG disini, sangat merasa senang karena bisa membahagiakan anak-anak saya,” ujarnya.
Ia juga mengaku bahwa dirinya dengan posisi janda dengan ketiga anaknya sangat merasa terbantu karena bisa bekerja sebagai relawan. Ia berharap terus bekerja dan program dari pemerintah ini dapat terus berjalan.
“Ia bisa bekerja terus, dan semoga program ini tetap berjalan agar saya bisa membahagiakan ketiga anak saya, karena suami saya sudah meninggal. Saya bekerja di sini supaya saya bisa membeli kebutuhan anak-anak untuk masa depan mereka. Makanya saya berharap sekali, saya berharap sekali saya bekerja di sini,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Elfika Simplisia, Kepala Dapur MBG. Ia mengataakan sejalan dengan dapur gizi yang berjalan selama satu bulan ini, banyak masyarakat terbantu terutama dalam perekonomian. Salah satunya adalah masyarakat yang selalu menawarkan hasil panen mereka.
“Untuk program ini sendiri, kalau untuk relawan ya untuk kita merasa sangat bersyukur. Saya merasa program ini sangat membantu masyarakat kita, karena sejauh ini saya melayani masyarakat yang menawarkan hasil tumbuh-tumbuhan. Hasil pertanian mereka seperti buah, sayuran dan lain-lain,” ungkapnya.
Elfika mengaku meskipun demikian tidak semua hasil panen masyarakat diterima karena harus mengkondisikan dengan siklus menu yang diberikan setiap hari selalu bervariasi.
“Tapi memang kita tidak bisa ambil sendirinya karena kita sesuaikan dengan kebutuhan dan itu ada pupaya, tetapi dalam jangka waktu besok tidak ada, jadi kita tidak bisa ambil dan bisa rekomendasikan ke mitra untuk bell,” tegasnya.
Elfika berharap agar progarm ini tetap berjalan sebagai program unggulan pemerintah serta dapat terus bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapannya sendiri semoga program ini terus berjalan, terus memberikan manfaat untuk masyarakat di sekitar dan semoga masyarakat dan juga pemerintah setempat itu mungkin melihat bahwa ada peluang, ada peluang untuk kemajuan ekonomi kita kedepan seperti itu,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi dalam dapur ini terdapat 48 relawan yang bekerja dengan 20 sekolah penerima manfaat diantaranya, SMP Kimang Buleng, SDK Nita 1, TK Nita 1, SDK Tebuk, TK Boajoang, SPS Dahlia, PAUD Santa Clara, TK Rafael Tebuk, SDK Nita 2, SDI Solot, SDI Gere, SDK Nogodue, SMPN 1 Nita, SDK Wairpelit, SDN Nitakloang, SDI Nitakloang, TK Nitakloang, PAUD Santu Alfonsus, SMAN 1 Nita dan TKK Mulamolo Wairpelit. (RA/RN)








