Oleh: Ermelinda Noh Wea Melihat konteks pembangunan ekonomi desa, kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Merah Putih menjadi instrumen strategis
Republik dan Tupai
Oleh: Dominggus Elcid Li Pekik Merdeka yang seharusnya lantang untuk disuarakan, kini semakin sayup-sayup terdengar. Nasionalisme populer hanya laku dalam sepakbola. Merah-putih
Dari Dehumanisasi Menuju Rehumanisasi: Mengembalikan Esensi Kemanusiaan
Oleh: Kristoforus Alfaris Di tengah kemajuan teknologi dan ekonomi, manusia justru semakin sering direduksi menjadi alat produksi, data statistik, atau objek kepentingan
Aku, Spiritualitas dan Intelektualitas di atas Wadah Kesadaran Sosial
Oleh: Melkianus Mone Kaka Pertanyaan dasar bagi suatu problem empirik keretakan relasi yakni, apakah keretakan relasi juga memberikan dampak bagi perkembangan spiritualitas
Geothermal: Janji dan Kenyataan
Oleh: Petrus Selestinus Mite Indonesia ternyata menyimpan 40 persen potensi panas bumi dunia, mencapai 24 GW, namun baru 10 persennya (2,4 GW)
Plastik dan Luka Alam Kita: Mengapa NTT Harus Bergerak dari Hulu
Oleh: William Wilfridus Lamawuran Setiap tanggal 5 Juni, dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tahun ini, temanya sangat dekat dengan kita: “Hentikan
Riwayat Kurban dari Zaman ke Zaman
Oleh: Ahmad Rafiuddin Seorang filsuf Yunani, Socrates dikenal sebagai bapak pencerahan (aufklaerung) yang sama-sama memiliki kepopuleran dengan Nabi Ibrahim, khususnya dalam merelatifkan
Teknologi dan Ekologi: Menguasai atau Merawat?
Oleh: Remigius Taek Akhir-akhir ini sebagian dari kita mungkin merasa heran dengan perubahan cuaca yang terjadi seperti panas yang berlebihan lalu tiba-tiba
Multikultural Indonesia: Refleksi Aktualisasi Nilai Pancasila
Oleh: Fausta Midaun Benedict Anderson (pemikir kontemporer) menyatakan bahwa bangsa atau negara adalah hasil konstruksi imajiner. Komunitas ini dibentuk berdasarkan kesepakatan kolektif
Cinta yang Melindungi Bukan Melukai: Menolak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Kekerasan adalah wajah paling muram dari kegagalan manusia dalam mencintai. Ia muncul ketika kuasa mengambil alih nurani, ketika
Normalisasi “Toxic Relationship” di Media Sosial
Oleh: Ermelinda Noh Wea Media sosial telah menjelma menjadi panggung utama interaksi sosial digital, tempat segala bentuk ekspresi baik yang bersifat positif
- Sebelumnya
- 1
- …
- 49
- 50
- 51
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










