“Siapa yang hidup dari menjilat, akan mati karena lidah yang mengering” (Voltaire). Kemarin, nubuat itu tergenapi. Kalimat itu menemukan pemenuhannya pada Imanuel
Kebebasan Macam Apa yang Dimiliki Orang Miskin?
Pada 1947, Amartya Sen yang masih bocah menemukan Kader Mia, seorang buruh Muslim, terkapar bersimbah darah. Ia ditikam saat melintasi wilayah Hindu
Kearifan di Balik Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto
Dalam politik yang terpolarisasi dan ketidakpastian ekonomi akibat kondisi geo-politik, pemimpinan nasional yang merangkul semua kekuatan bangsa itu sebuah kearifan. Renungan ini
Negara Tertinggal Ladang Data Negara Maju Panen Kekayaan: Kolonialisme Digital Era Ekonomi Informasi
Di tengah gegap gempita revolusi digital, dunia kembali menyaksikan pola penjajahan lama yang dibungkus dengan kemasan baru: kolonialisme digital. Jika pada masa
Perang Nikotin: Siapa yang Sesungguhnya Kita Lawan?
Setiap kali iklan rokok dilarang, atau bungkus rokok diwajibkan menampilkan gambar paru-paru gosong, atau perokok digiring ke ruang isolasi di sudut parkiran,
Jiwa yang Tidak Lagi Bertanya
Sebuah refleksi tentang evolusi kesadaran manusia Pada suatu masa ketika bertanya saja sudah dianggap sebagai dosa. Hingga kemudian datang masa lain berganti,
Manifesto Dagang Bermartabat: Berani, Cerdas dan Rasional Hadapi Dunia
Pemerintah Indonesia telah menyambut pengenaan tarif 19 persen oleh Amerika Serikat terhadap produk ekspor nasional sebagai seolah-olah adalah kabar baik yang luar
Uang Korupsi Ratusan Triliun, Menguap Tanpa Jejak?
Dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia telah menyaksikan semacam tontonan parade korupsi berskala besar yang sungguh mencederai hati publik dan menghantam keuangan negara.
Ketika Demokrasi Menyesap Ilusi, 80 Persen Berkata Terpuaskan
Sudah lebih dari setengah tahun sejak pemerintahan baru dilantik, realitas sudah mulai menampakkan wajah aslinya. Rakyat masih menunggu perubahan, tapi yang datang
Internet Diberikan agar Kita Diam, Bukan agar Kita Merdeka
Di zaman ini, mereka yang paling waras justru paling sering dianggap mengganggu. Bukan karena mereka salah, melainkan karena kehadiran dan keberadaan mereka
Mungkinkah Rekonsiliasi Nasional, yang Bukan Menulis Ulang Sejarah
Perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah menempuh jalan berdarah yang mengorbankan ribuan nyawa anak bangsa demi kekuasaan, tentu menimbulkan luka mendalam seluruh
- Sebelumnya
- 1
- …
- 4
- 5
- 6
- …
- 11
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











