RADARNTT, Kupang – Jemaat Betlehem Oesapa Barat (JBOB) akan menggelar Pameran UMKM, Seni dan Budaya dengan mengusung tema “Exotic JBOB Festival” dalam rangka bulan Budaya dan Bahasa yang ditetapkan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
Pameran “Exotic JBOB Festival” direncanakan berlangsung dua hari pada Kamis hingga Jumat, 29–30 Mei 2025 bertempat di Halaman Gedung Gereja Betlehem Oesapa Barat.
Ketua Panitia Penatua Adam Luku melalui Seksi Acara Apris Y. Saefatu dalam keterangnya menjelaskan, pameran “Exotic JBOB Festival” akan menampilkan setidaknya 13 kegiatan yaitu: Cinderline Choir, Ansambel PPA, Paduan Suara Portisera, Paduan Suara Rayon, Vokal Grup, Vokal Solo, Tari Kreasi, Band, Fashion Show, Talk Show, Pameran UMKM Jemaat, Pameran Budaya, Acoustic Night.
Dijelaskan, bahasa dan budaya merupakan kekayaan yang sangat berharga dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas suatu komunitas, termasuk komunitas jemaat. Dalam kehidupan bergereja, budaya dan bahasa juga berperan penting dalam memperkaya nilai-nilai spiritual, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan yang telah diberikan oleh para pendahulu.
Melalui bahasa, budaya diwariskan dari generasi ke generasi, memperkaya cara hidup dan mempererat tali persaudaraan di antara jemaat. Dalam rangka menghargai, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya serta meningkatkan kecintaan terhadap bahasa daerah maupun nasional, perlu diselenggarakan kegiatan yang kreatif dan inspiratif.
“Bulan Budaya dan Bahasa menjadi momentum yang tepat untuk menghidupkan kembali semangat berbudaya di kalangan jemaat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan berbagai kekayaan budaya daerah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap identitas lokal di tengah arus globalisasi,” beber Apris Saefatu.
Dia menjelaskan, dengan mengangkat tema “Exotic JBOB Festival”, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan nuansa eksotis dari beragam budaya melalui pameran budaya, UKM dan kegiatan kreatif lainnya. Jemaat Betlehem Oesapa Barat (JBOB) diharapkan menjadi simbol semangat kolaborasi dan kekayaan multikultural di lingkungan gereja.
“Dengan berbagai rangkaian acara yang menarik, festival ini menjadi ruang ekspresi, apresiasi, sekaligus edukasi bagi seluruh jemaat. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat membentuk generasi yang sadar budaya, bangga daerah, serta mampu menjadi agen pelestari budaya di masa depan,” tandasnya.
Sebagai bagian dari generasi penerus, lanjut Apris, kaum muda memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya lokal dan bahasa nasional. Tanpa upaya aktif dari generasi muda, banyak warisan budaya berharga yang dapat tergerus oleh arus modernisasi dan globalisasi.
Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata untuk memperkenalkan, menghidupkan, dan mempromosikan kekayaan budaya dan bahasa kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada generasi muda.
Dalam perayaan hari litugi gereja, bulan Mei diperingati sebagai Bulan Bahasa dan Budaya, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran tentang arti pentingnya bahasa dan budaya. Melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif, kita dapat membangun rasa cinta, bangga, dan tanggung jawab terhadap warisan budaya tradisi. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan keberagaman budaya dan bahasa, sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi dan persatuan.
“Sebagai wujud dari semangat tersebut, kami menginisiasi kegiatan bertajuk “Exotic JBOB Festival”. Tema ini mengusung semangat untuk merayakan keindahan dan keunikan budaya serta bahasa yang ada di lingkungan jemaat. “Exotic” menggambarkan keanekaragaman budaya yang memesona dan unik, sementara “JBOB” merupakan akronim dari Jemaat Betlehem Oesapa Barat, yang menjadi identitas komunitas kita dalam merayakan kekayaan budaya tradisi,” tegasnya.
Melalui “Exotic JBOB Festival”, kami ingin menghadirkan sebuah perayaan budaya yang dinamis, interaktif, dan edukatif. Festival ini akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran seni dan budaya, lomba tari kreasi, UKM, Konser Musik, bazar kuliner lokal, serta “talkshow budaya dan agama”.
Seluruh rangkaian acara ini dirancang untuk mengajak seluruh jemaat dan masyarakat luas berpartisipasi aktif dalam mengenal, mengapresiasi, serta melestarikan budaya dan bahasa yang menjadi identitas kita bersama.Selain sebagai sarana ekspresi seni dan budaya, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun rasa percaya diri jemaat dalam menggunakan bahasa daerah dan mengenal budaya lokal mereka.
“Kami percaya bahwa melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun sikap positif terhadap keberagaman, mempererat persaudaraan, serta mengukuhkan nilai-nilai luhur budaya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya “Exotic JBOB Festival”, kami berharap dapat mewujudkan sebuah gerakan kolektif dalam menjaga, menghidupkan, dan mempromosikan bahasa serta budaya lokal. Lebih dari itu, festival ini menjadi wadah untuk membentuk karakter generasi muda yang kreatif, bangga terhadap identitas budaya mereka, dan siap menjadi duta budaya di tengah dunia yang terus berubah,” pungkasnya. (TIM/RN)








