RADARNTT, Soe – Meningkatkan kualitas guru-guru pendidikan agama Katolik tingkat SMA dan SMK yang tergabung dalam wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) mengikuti kegiatan pendampingan pembuatan bahan ajar berbasis informasi dan teknologi (Penggunaan aplikasi Canva) pada kurikulum merdeka.
Kegiatan berlangsung Jumat (29/11/2024), di Aula Haumeni Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Dalam arahannya ketika membuka kegiatan tersebut, Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTS, James Umbu Tobu, menandaskan bahwa tujuan utama dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar pengelolaan pembelajaran di sekolah menjadi menarik dengan menggunakan aplikasi canva.
“Karena perkembangan zaman saat ini menuntut kreativitas para guru dalam proses pembelajaran di kelas,” tandasnya.
Selain itu, James menjelaskan, bahwa sebagai seorang guru harus mampu menjadi Model, yakni guru harus menjadi teladan yang digugu dan ditiru, guru pendidikan agama Katolik juga sebagai pembina iman dan pewarta yakni tidak saja mengajarkan segi pengetahuan melainkan pewartaan iman, serta guru merupakan pengelola pembelajaran yakni mengatur pembelajaran di kelas menjadi menarik sehingga minat dan kemampuan peserta didik.
“Kemampuan peserta didik dapat berkembang secara baik melalui media pembelajaran seperti aplikasi canva yang dipelajari hari ini untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah,” jelasnya.
James menambahkan, guru juga sebagai motivator dan konselor karena proses pembelajaran akan berhasil manakala peserta didik mempunyai motivasi dalam belajar yang ditumbuhkembangkan oleh guru.
“Guru juga mampu memecahkan masalah yang dihadapi peserta didik atau menjadi mediator komunikasi dalam hubungan inter dan antar personal,” tambahnya.
Sementara, Sebastian, salah seorang guru mengapresiasi kegiatan tersebut karena sebagai bentuk latihan merancang pembelajaran yang menarik dan efektif bagi peserta didik.
“Kegiatan ini sebagai pertemuan untuk berbagi pengalaman di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan diikuti oleh 29 guru dari sejumlah SMA dan SMK yang berada di kabupaten TTS Provinsi Nusa Tenggara Timur. (AB/RN)







