Datuk Merdeka

oleh -97 Dilihat
banner 468x60

Bagi orang bisnis, berita terbesar di peringatan proklamasi kemerdekaan hari ini adalah: dijualnya saham mayoritas perusahaan raksasa tambang PT Bayan ke ”Raja Sembilan Haji”: Haji Isam.

Sumber tepercaya Disway menyebutkan sebanyak 62 persen saham PT Bayan sudah beralih ke Haji Isam lewat perusahaannya, PT Jhonlin.

Berarti tahun depan orang terkaya Indonesia bukan lagi Datuk Low Tuck Kwong, pemegang saham mayoritas PT Bayan selama ini. Bisa jadi orang terkaya Indonesia tahun depan adalah Haji Isam yang nama lengkapnya Haji Andi Syamsuddin Arsyad.

Anda sudah tahu: PT Bayan Resources adalah perusahaan tambang dengan laba terbesar di Indonesia. Dua tahun lalu labanya Rp32 triliun setahun.

Anda sudah tahu: pemegang saham PT Bayan Resources Tbk selama ini adalah Datuk Dr Low Tuck Kwong dan anaknya, Elaine Low (62,22 persen): 40,22 dan 22 persen.

Sisanya dipegang PT Sumber Suryadaya Prima sekitar 10 persen. Pemilik perusahaan ini juga saya kenal sangat baik. Masih ada dua pemegang saham kecil: Lim Chai Hock (3,26 persen) dan Jenny Quantero (2,99 persen). Sisanya, sekitar 20 persen, milik publik lewat pasar modal.

Kalau Haji Isam sudah mengambil alih sebanyak 62 persen berarti habislah saham Datuk Low Tuck Kwong di Bayan. Berakhir pula kisah Raja Ajaib di dunia tambang.

Bayan bukanlah perusahaan tambang terbesar tapi bisa meraih laba terbesar. Berarti perusahaan ini luar biasa efisien. Labanya mengalahkan laba KPC milik grup Bakrie dan Adaro milik Boy Thohir –padahal tambang mereka lebih besar.

Saya masih belum bisa menuliskan bagaimana skenario transaksinya. Misalnya apakah pembelian 62 persen saham seharga Rp300 triliun itu dibayar lunas oleh Haji Isam. Atau dibayar dengan cara lain. Anda bisa bantu saya merumuskan cara pembayaran yang bagaimana yang tidak memberatkan cash flow Haji Isam.

Yang lebih menarik bagi saya adalah hadirnya dua anak muda di transaksi ini. Lihatlah foto pertama di tulisan ini. Anda sudah kenal: yang di tengah itu Datuk Low dan Haji Isam. Yang paling kiri adalah Norman Joesoef. Sedang yang paling kanan adalah Alwin Cipto Ciputra.

Norman Joesoef adalah putra pengusaha sukses Harsha Joesoef: partner FedEx di Indonesia. Harsha sampai sekarang masih menjabat duta besar Indonesia di Slovakia. Menjabat di Slovakia sejak 2019. Namun masih kalah lama dari dubes kita di Beijing, Djauhari Oratmangoen.

Siapa Alwin Cipto Ciputra? Awalnya saya kira itu Cipta Ciputra, cucu pengusaha Tionghoa yang tergolong paling nasionalis, alm Ciputra. Ternyata Alwin Cipto Ciputra tidak ada hubungan dengan keluarga Ciputra Group. Maka saya batalkan rencana ucapkan selamat kepada Cipta Ciputra.

“Kami memang berteman tapi ia bukan keluarga kami,” ujar Cipta Ciputra Harun, cucu Ciputra dari Harun Hayadi.

Saya pun ingat: di dekat Bintaro juga ada toko bernama Toko Ciputra. Ternyata juga tidak ada hubungan bisnis dengan keluarga Ciputra Group. Toko mebel itu diberi nama Ciputra karena lokasinya di Jalan Ciputat Raya.

Alwin Cipto Ciputra ternyata memang sudah lama bergerak di bisnis tambang. Sedang Norman selama ini dikenal sebagai penerus perusahaan pengirim barang yang dirintis bapaknya: RPX-FedEx yang terkenal itu. Maka Norman dan Alwin kini berada di lingkaran Haji Isam. Peta penguasaan tambang batu bara pun berubah drastis.

Saya pernah berkunjung ke PT Bayan. Naik speed boat berjam-jam. Ternyata Datul Low sedang di lokasi. Saya pun bisa ngobrol dan makan malam bersamanya. Pulangnya saya boleh nunut helikopternya Datuk Low.

BACA JUGA:Durian Low

BACA JUGA:Jadi WNI

BACA JUGA:Low 100 Kilo

Tentu saya juga sempat melihat-lihat kebun binatang kesayangan Datuk di pedalaman Kaltim. Datuk sendiri yang jadi tour guide-nya.

Mungkin banyak yang kasihan kepada Datuk: bisnis bersejarahnya berakhir di zaman pemerintahan Presiden Prabowo. Mungkin ada juga yang lebih kasihan kepada binatang-binatang langka di kebun binatangnya itu.

Yang jelas Datuk kelihatannya sudah merdeka di ultah kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia hari ini. Dengan uang Rp300 triliun –hasil penjualan saham Bayannya– rasanya, hari ini, Datuk Low-lah yang paling merdeka di antara penduduk Republik Indonesia.

Senin, 17 Agustus 2026

Oleh: Dahlan Iskan

Sumber: Catatan Dahlan Iskan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.