Remixer Seni Musik Bekerja di Balik Layar

oleh -1270 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Maumere – Menyingkap kisah di balik indahnya musik remix Maumere yang tak tersentuh banyak orang. Remixer merupakan salah satu pekerjaan di balik layar. Mengapa demikian?

Bermodalkan seni dan imajinasi, serta daya kreativitas, menjadi alasan mendasar mengapa para pencipta remix terus bersembunyi di balik layar dengan hanya berkreasi menambahkan aransemen dari lagu asli para penciptanya. Mereka terus menciptakan daya kreativitas yang kaya serta hiburan bagi banyak orang, khususnya bagi para pecinta musik.

Menjadi salah satu kreator musik remix, Alfyin Claret tidak menyangka bahwa hampir enam tahun, ia sudah bergelut dalam dunia musik remix. Baginya seni musik menjadi satu budaya yang kerap diterapkan dalam hehidupan sehari-hari apalagi bagi masyarakat Maumere. Rasa penasaran yang kuat, kebiasaan mendengarkan musik sejak kecil, budaya musik yang semakin populer serta ingin terus mencoba, membuat pria asal Lembata, NTT itu mulai bergelut mempelajari seni remix lagu pada pertengahan 2020.

“Iya waktu itu di Malaysia, dan saat kecil sering didoktrin dengan musik-musik yang tren sesuai tuntutan zaman, ya pokoknya update terus. Jadi dulunya memang hobi koleksi lagu juga. Karena rasa penasaran dan ingin tahu akhirnya membuat saya terjun ke dunia musik tadi. Itu awalnya belajari dari teman-teman, dari situ mulai untuk belajar buat musik sendiri,” kata Alfyn saat dijumpai media ini, Sabtu (21/2/2026).

Bermodalkan satu buah laptop, pemberian orang tuanya, Alfyn mulai belajar bersama teman-teman untuk berkreasi di dunia musik lewat sajian lagu remix yang sedang trend khususnya di Maumere. Ia juga mengatakan, orang tuanya begitu sangat mendukung begitu mengetahui dirinya ingin berkreasi dalam dunia musik.

“Jadi awal-awal ada saja yang membantu, mendukung. Waktu itu laptop bapak beli tahun 2015. kemudian ada satu teman itu saya minta dia untuk install aplikasinya, dengan tutorialnya, dia yang ajar, jadi mulai adaptasi,” jelas Alfyn.

Bagi dia, bergelut dalam dunia musik memang tidaklah mudah. Seringkali ia harus menghadapi banyak tantangan dalam menciptakan karyanya. Diantaranya adalah fasilitas yang belum memadai, serta tren baru musik yang semakin berkembang, sehingga memaksanya untuk terus menyesuaikan diri. Sementara itu, saingan dengan para remixer lain pun menjadi salah satu tantangannya.

“Tantangan salah satunya itu fasilitas, jadi pernah laptop rusak jadi saya sempat istirahat beberapa lama. Kemudian tren gaya musik juga. Karena kita di Indonesia Timur itu hampir setiap tahun trennya beda jadi memang kita harus bisa menyesuaikan diri, harus terus berinovasi. Saingan juga tentu ada, karena itu memang harus tergantung inspirasi dari setiap pembuat dengan selera pendengarnya masing-masing,” ujarnya.

Sejauh ini Alfyn terus menciptakan ide kreatifnya yang terus ia tuangkan dalam remix dengan berbagai jenis lagu baik itu dansa portu, musik reggae, dan style papua yang dibalut dalam lagu acara pesta. Hingga kini ia sudah hampir mengkreasikan 50 lagu.

Bagi Alfyn, menjadi remixer bukanlah satu pekerjaan terpinggirkan terlepas dari segala stigma masyarakat di luar sana. Menurut Alfyn, remixer adalah satu pekerjaan kreatif yang juga bisa menguntungkan pemilik lagu dalam bidang promosi.

“Jadi di masyarakat ada yang menilai bahwa kita remixer itu hanya bisa rombak, bisa aransemen lagunya orang tetapi ada juga yang menyadari bahwa lagunya bagus. Sebenarnya remix ini juga menjadi salah satu bagian dari promosi lagu asli. Karena kalau orang dengar remixnya mereka akan langsung penasaran dan cari lagu aslinya,” pungkas dia.

Berbeda dengan Alfyn, Salah satu remixer asal Kewapante, Maumere ini juga menjadi salah satu primadona dalam menciptakan remix lagu.

Mario Rifaldy Posenti, yang akrab disapa Alldy Rifaldy ini merupakan salah satu remixer lagu memiliki 14.400 subscriber di youtube, dengan jumlah penayangan per video dalam satu minggu mencapai 20 hingga 30 ribu jam tayang. Dengan pencapaian terbesarnya adalah 1,5 jam tayang.

Ketertarikannya dalam dunia remix berawal dari hobinya yang suka mendengarkan lagu remix. Selain itu, senior remixer asal Maumere seperti Gomez LX, DJ Sonny, dan Alldy Ziggler adalah alasan mengapa Rivaldy ingin belajar lebih jauh tentang musik remix.

“Awal mula saya tertarik menjadi seorang remixer dikarenakan hobi mendengarkan musik remix. Waktu itu ada sosok-sosok remixer Maumere seperti Gomez LX, DJ Sonny, dan Alldy Ziggler. Saya secara pribadi menjadi tertarik ketika mendengarkan musik-musik remix dari mereka. Oleh karena itu, munculah niat untuk bisa menjadi seperti mereka yaitu menjadi seorang remixer,” jelas Alldy.

Keinginannya yang kuat ini bermula saat dirinya masih duduk di bangku SMA tahun 2016. Hingga saat ini, jelas Alldy, ia sudah menghasilkan beberapa genre diantaranya Timurnesia, Dutch Kancingan, EDM, dan Dangdut tergantung permintaan pelanggan.

“Untuk jenis musik sendiri itu random kadang musik acara oesta yang terbaru yakni Timurnesia, kadang musik dutch kancingan, kadang musik EDM, dan kadang musik dangdut, tergantung permintaan subscribers,” pungkasnya.

Hingga ia masih terus melanjutkan karyanya. Bagi Alldy, selain hobi, dirinya terus bertahan menjadi seorang remixer karena bisa menghasilkan uang sendiri serta bisa menjualnya secara langsung.

“Kenapa sampai sekarang saya yakin dan serius, terus bertahan untuk menjadi seorang remixer karena hobi dan bisa menghasilkan uang lewat Youtube,” tandasnya.

Terlepas dari segala profesi dan hobinya, Alldy juga seringkali mendapatkan banyak rintangan. Dunia remix bukanlah satu-satunya. Setiap hari, Alldy harus membagi waktu dengan kuliah, dan juga bekerja sampingan. Sementara itu, ia juga masih memiliki kekurangan dalam hal properti seperti studio dan peralatan yang belum memadai.

“Untuk sekarang, tantangan terberat saya adalah bagaimana saya membagi waktu antara menekuni profesi sebagai remixer, mengurus perkuliahan, dan bekerjea serabutan untuk menambah penghasilan saya. Selain itu juga kendala lainnya adalah perlengkapans seperti studio dan peralatan remix yang terus memadai,” tegasnya.

Dengan terus bergelut dalam dunia musik Alldy berharap bahwa ia terus berkarya hingga menjadi seorang produser musik handal yang terpercaya. Ia juga berharap bagi anak muda saat ini untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan serta tidak putus asa dalam menjalani proses tersebut.

“Saya ingin terus berkarya dan menjadi seorang produser musik yang handal dan terpercaya dan kedepannya juga saya bisa membuat sebuah karya saya sendiri yang bisa menciptakan lagu yang bagus. Untuk anak muda seluruh penjuru, jangan pernah ragu untuk mengembangkan bakat dan kemampuan, minat dan bakat kita dan harus selalu sabar dalam menjalani suatu proses dalam berkarya serta selalu menghandalkan Tuhan,” imbuhnya.

Cerita Alfyn dan Alldy bukanlah satu-satunya remixer yang ada di Maumere. Masih ada begitu banyak remixer lain diluar sana yang terus menciptakan ide kreatif mereka demi hiburan para pecinta musik. (RA/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *