Survei Elektabilitas Bukan Satu-satunya Dasar Pertimbangan

oleh -3042 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Survei elektabilitas menunjukkan tingkat kepopuleran dan peluang kandidat memenangkan kontestasi bukan menjadi satu-satunya dasar pertimbangan bagi partai politik (parpol) menentukan kandidat yang direkomendasikan untuk diusung

Akademisi FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Dr. Urbanus Ola Hurek mengatakan, survei elektabilitas bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilakukan Charta Politika sebagai salah satu lembaga survei politik menunjukkan tingkat kepopuleran dan peluang kandidat memenangkan kontestasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur di NTT.

“Namun, survei elektabilitas bukan jadi satu-satunya dasar pertimbangan bagi parpol menentukan kandidat yang direkomendasikan untuk diusung. Parpol tertentu lebih mementingkan kader partai. Kalau bukan kader langsung tetapi memiliki “kedekatan” ideologi dan platform perjuangan partai lebih diutamakan,” ungkap Ola Hurek, Rabu (26/6/2024) malam.

Ola Hurek mengatakan, dalam pengajuan pasangan calon dengan koalisi maka penerimaan kandidat oleh semua parpol koalisi lebih diutamakan.

“Figur atau kandidat tertentu boleh tinggi elektabilitasnya namun bukan kader partai, platform dan ideologi dinilai berbeda dengan parpol atau figur yang dicalonkan tidak diterima koalisi parpol maka besar kemungkinan mengabaikan hasil survei elektabilitas,” kata Ola Hurek.

Menurutnya, parpol koalisi atau jaringan parpol pengusung menjadi modal untuk dimaksimalkan dalam meraih kemenangan kandidat yang diusung.

“Hasil survei elektabilitas dari lembaga yang dipandang kredibel dijadikan pijakan evaluasi guna memperbaiki kinerja kerja mesin pertai untuk memenangkan kontestasi politik,” tandas Ola Hurek.

Data survei Charta Politika, elektabilitas bakal calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan Melki Laka Lena (18,6 persen), Benny K Harman (17,6 persen) dan Yohanis Fransiskus (Ansy) Lema berada di urutan ketiga dalam survei (16,9 persen)

Selanjutnya menyusul Viktor Bungtilu Laiskodat (12,4 persen), Emiliana Nomleni (10,1 persen), Anita Gah (7,4 persen), Jefri Riwu Kore (3,6 persen), Johni Asadoma (3,3 persen), Josef Nae Soi (1,8 persen), Julie Laiskodat (1,5 persen).

Ada juga, Sebas Salang (1,0 persen), Umbu Rubi Kadunang (1,0 persen), Andre Kore (0,5 persen), Simon Petrus Kamlasi (0,5 persen), Fary Francis (0,4 persen), Fransiskus Go (0,3 persen), Frans Aba (0,1 persen), Orias Petrus Moedak (0,1 persen).

Survei melibatkan 800 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT. Survei Charta Politika, dilakukan pada periode 2-11 Mei 2024. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.