Rencana Kebijakan Bansos untuk Korban Judi Online

oleh -2396 Dilihat
Mobile casino background. Poker online application concept. Bookmaker's website interface template. Gambling app design. High quality photo
banner 468x60

Oleh: Yoga Duwarto

Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan untuk memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada korban judi online. Rencana ini sontak mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak.

Baik sebelumnya perlu diketahui situasinya untuk memahami lebih dalam problematika judi online. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir 28 juta situs judi online yang marak beroperasi di Indonesia. Cukup masif perjudian online.

Kemudian menurut hasil riset Katadata Insight Center pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 13,6 juta orang di Indonesia pernah bermain judi online.

Kemudian menurut penelitian dari Universitas Indonesia tahun 2022, 80 persen mengalami depresi dan 70 persen mengalami kecemasan karena dampak psikologis akibat judi online.

Alasan dibalik rencana bantuan sosial korban judi online mengingat ini, mengingat dampak negatif yang dialami keluarga pelakunya, mulai keretakan hubungan keluarga, depresi, tentunya terjerat hutang, putus sekolah, kehilangan harta benda termasuk tempat tinggal, kekerasan dalam rumah tangga, tindak kriminal akibat kebutuhan dasar tidak terpenuhi hingga terisolir dari masyarakat akibat stigma negatif yang mereka alami, sehingga sulit mendapatkan pekerjaan dan rezeki.

Namun, di sisi lain, terdapat pula argumen yang menentang pemberian Bansos, karena dikuatirkan Bansos ini akan disalahgunakan oleh korban untuk kembali bermain judi. Bantuan ini dikuatirkan menjadi ‘hadiah’ atas kecanduan mereka dan memicu mereka untuk kembali terjerumus.

Kemudian Bansos khusus korban judi online dianggap hanya solusi jangka pendek dan tidak menyelesaikan akar permasalahan kecanduan judi, karena sebenarnya yang diperlukan upaya pencegahan dan edukasi yang lebih komprehensif untuk memerangi judi online.

Selain daripada itu dana bansos dapat berpotensi disalah gunakan dan tidak tepat sasaran, sangat berpotensi pemborosan dana sosial disaat banyak program lain yang membutuhkan dana, seperti program pengentasan kemiskinan dan pendidikan.

Perlu juga untuk diketahui bahwa pemerintah sudah cukup banyak memberikan berbagai bantuan seperti korban bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir. Demikian juga bantuan khusus untuk penyandang disabilitas, bantuan sosial untuk lansia agar mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri.

Dan masih sederet lagi bantuan seperti Bantuan Pangan Non Tunai Sosial (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Penting untuk dicatat bahwa berbagai Bansos khusus ini memiliki kriteria dan persyaratan yang berbeda-beda. Maka melihat daripada sudah terdapat bansos yang bermuara pada meningkatkan kesejahteraan untuk lebih baik, dipertanyakan kekhususan terhadap korban Judi Online.

Disarankan kepada pemerintah untuk meninjau berbagai aspek, menimbang kembali atas masukan terhadap rencana pemberian Bansos kepada korban judi online sebelum membuat keputusan.

Penting untuk diingat bahwa Bansos bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah judi online dan kemiskinan. Juga perlunya upaya pencegahan yang lebih komprehensif, seperti edukasi publik tentang bahaya judi online, penegakan hukum yang tegas, dan pembatasan akses terhadap situs judi online.

Dengan demikian, selanjutnya diharapkan dapat membantu mereka baik keluarga maupun pelaku Judi Online keluar dari jeratan kecanduan dan kemiskinan, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Rabu, 19 Juni 2024

Penulis adalah Peneliti dan Pemerhati Kebijakan Publik

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.