Indahnya Labuan Bajo, Surya Paloh: Bakal jadi Kawasan Ekonomi Khusus

oleh -1421 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Labuan Bajo – Potensi keindahan alam kota Labuan Bajo dan pulau-pulau sekitarnya sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa bagi daerah ini yang tidak lama lagi akan berkembang menjadi pusat ekonomi khusus yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Demikian kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat berada di Golo Mori, Labuan Bajo Manggarai Barat. Dia terbang jauh dari Singapura langsung mendarat di Bandar Udara Internasional Komodo untuk agenda partai sembari menikmati keindahan alam daerah pariwisata super premium.

“Labuan Bajo dan pulau-pulaunya sangat indah sebagai angerah Tuhan Yang Maha Kuasa dan tak lama lagi akan berkembang pesat menjadi pusat ekonomi khusus,” ucap Surya Paloh dalam pidato politik saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Partai NasDem Provinsi NTT di Golo Mori Convention Center (GMCC) Labuan Bajo Manggarai Barat, Kamis (8/5/2025).

Surya Paloh juga menekankan, kemajuan suatu daerah atau bangsa tidak bisa hanya bergantung pada sumber daya alam semata tetapi harus ditopang oleh potensi sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dengan bangsa lain yang kian mengglobal dalam relasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada sumber daya alam tetapi butuh sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing global untuk menjadi bangsa yang maju dan mandiri,” tegasnya.

Untuk itu, Surya Paloh meminta seluruh kader Partai NasDem agar berperan aktif membangun sumber daya manusia melalui posisi dan jabatan politiknya di level lokal maupun nasional dengan melahirkan kebijakan yang pro pengembangan potensi sumber daya manusia sebagai subyek pembangunan.

“Tugas kita menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan mampu mengelola potensi sumber daya alam yang besar ini agar memberi manfaat bagi anak bangsa sendiri,” tandasnya.

Menurut Praktisi Pariwisata Paul J. Andjelicus, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo telah ditetapkan menjadi Destinasi Super Prioritas (DSP) sehingga pengembangan kepariwisataan diharapkan menerapkan konsep pariwisata berkualitas.

Adapun 4 sasaran utama pengembangannya meliputi 1). Nilai tambah sektor pariwisata, 2) Peningkatan devisa pariwisata, 3). Kesiapan destinasi, industri, dan masyarakat, 4). Peningkatan kapasitas SDM pariwisata di Indonesia. Untuk menunjang hal tersebut, penerapan konsep quality tourism memerlukan beberapa syarat, seperti infrastruktur, konektivitas, pemasaran, hingga daya tarik pariwisata itu sendiri.

Diketahui, Labuan Bajo adalah salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Penetapan ini bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga sebuah komitmen untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas destinasi ini. Dengan latar belakang alam yang memukau, termasuk keindahan laut dan keanekaragaman hayati, Labuan Bajo telah menjadi salah satu lokasi paling diminati oleh wisatawan, baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur yang komprehensif dianggap penting untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan ini.

Di sisi lain, sektor pariwisata di Indonesia, terutama dengan kedatangan wisatawan mancanegara, telah menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara. Peningkatan kualitas dan kapasitas destinasi seperti Labuan Bajo diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman yang dinikmati oleh pengunjung. Hal ini penting, mengingat kontribusi signifikan dari sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional, terutama dalam menciptakan peluang kerja, menghasilkan pendapatan, dan mempromosikan keanekaragaman budaya dan alam Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Indonesia Ferry Properti (PT IFPRO), Ferry Snyders menyatakan bahwa fasilitas pembiayaan dan penjaminan kredit tidak hanya akan memperkuat struktur keuangan perusahaan tetapi juga secara substansial mendukung pengembangan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo. Harapannya, dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, Labuan Bajo akan semakin menarik perhatian wisatawan internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata global.

Selain proyek di Labuan Bajo, LPEI juga sedang mengimplementasikan enam Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) lainnya, yang meliputi sektor-sektor strategis mulai dari dukungan terhadap UKM berorientasi ekspor hingga pengembangan pariwisata di kawasan ekonomi khusus lainnya. Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui diversifikasi ekspor dan pengembangan sektor-sektor vital, termasuk pariwisata.

Dengan upaya yang terintegrasi dan strategi yang jelas, transformasi Labuan Bajo dan destinasi lainnya di Indonesia menjadi sorotan global bukan lagi sekadar impian. Investasi dan perencanaan yang matang dalam pengembangan infrastruktur pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisatawan tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Melalui langkah-langkah ini, pemerintah berharap untuk mengukir citra baru bagi Indonesia di kancah global. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.