Rekoleksi dan Pengakuan Dosa Pemuda Katolik KOMCAB Kota Kupang

oleh -2082 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (KOMCAB) Kota Kupang melaksanakan Rekoleksi dan Pengakuan Dosa yang dihadiri oleh THS-THM Ranting Katedral, Mahasiswa STIPAS Keuskupan Agung Kupang dan beberapa Orang Muda Katolik Naikoten yang dilaksanakan di Taman Doa Gereja Santu Yoseph Naikoten Kupang, Jumat, 13 Desember 2024

Kegiatan berlangsung sangat hening dan penuh penghayatan, semua peserta rekoleksi mendengarkan pesan-pesan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang disampaikan pada saat rekoleksi berlangsung.

Moderator Pemuda Katolik KOMCAB Kota Kupang Romo Andre Jerycho Alo dalam rekoleksi membawakan sebuah tema menarik yakni “Berjalan bersama dalam semangat persaudaraan mewujudkan peradaban kasih”.

Ada beberapa poin menjadi permenungan bersama dalam rekoleksi ini yaitu:

Pertama, sebagai persekutuan umat Allah selama ini kita selalu berjalan bersama dgn teman, sahabat, kenalan, famili, namun pada kesempatan ini kita merefelksikan lagi aktivitas ‘berjalan bersama’ kita selama ini, apakah berdampak positif atau tidak?

Kedua, persaudaraan dan perwujudan peradaban kasih. Dua hal istimewa ini mendesak kita untuk menjadikan aktivitas ‘berjalan bersama’ kita menjadi lebih berkualitas dan berdampak positif.

Ketiga, ‘berjalan bersama’ kita hanya akan berdampak positif bila kita mendasarkannya pada semangat persaudaraan. Sebagai orang beriman kita mestinya bersyukur oleh karena Darah Mulia Tuhan Yesus yang tercurah bagi kita, menjadikan kita saudara sedarah dalam Darah Kudus Yesus Kristus.

Keempat, ‘berjalan adalah gambaran atau ciri khas Gereja kita yang bersifat ‘Communio‘ (persekutuan). Persekutuan dalam gereja kita yang paling dasar ialah komunitas basis gerejani atau KUB. Ini sering disebut kelompok teritorial.

“Namun, kita juga kaya akan aneka kelompok kategorial yang bergerak diberbagai aspek seperti Pemuda Katolik, WKRI, Legio Maria, Karismatik, Wanita Peduli Kasih, THS-THM dsb. Secara akal sehat, semakin banyak kelompok baik teritorial maupun kategorial dalam gereja kita, maka perwujudan kasih akan semakin nampak jelas dimana-mana,” jelas Romo Andre.

“Bila kita menemukan bahwa perwujudan peradaban kasih itu masih jauh dari yang diharapkan, maka kita perlu koreksi diri sebagai suatu persekutuan; sebab berjalan bersama kita harus berdampak positif bagi sesama dan semesta alam ciptaan Tuhan ini,” unjarnya.

Lanjut Romo Andre Alo sekaligus Pastor Rekan Paroki Santu Yoseph Naikoten Kupang

Kelima, kita masih menemukan mental Yesus ‘yes‘ Gereja ‘no‘ dalam kehidupan Communio kita. Artinya hanya mau Yesus tetapi tidak mau bersekutu dalam gereja-Nya. Untuk itu perasaan seperti egois, sombong dan rasa superior harus ditinggalkan.

Keenam, Pemuda Katolik harus peka terhadap persoalan ini. Kiranya Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kupang tidak hanya sibuk dengan pemberdayaan segala potensi yang baik dalam dirinya untuk kepentingan publik, tetapi juga harus mampu keluar dari jeratan mentalitas ‘Anti Communio‘ yang masih terus saja menghantui persekutuan iman kita, demi terwujudnya suatu peradaban kasih yang diperjuangkan bersama.

Dan poin trakhir, ketujuh, Pemuda Katolik jangan egois dan berbangga diri, ingat rasa bangga dan sombong bedanya sangat tipis. Tetaplah rendah hati dan bijaksana, kita ingat nasihat Rasul Paulus pada jemaat di Filipi 2 : 2-3 “hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri”

Ketua Pemuda Katolik KOMCAB Kota Kupang, Valentinus Kopong Masan dalam kesempatan yang sama menyampaikan, Pemuda Katolik sebagai salah satu organisasi Katolik yang berada di Kota Kupang merasa penting bahwa kegiatan Rekoleksi dan Pengakuan Dosa menjelang Natal tahun 2024 dan juga tahun baru 2025 sebagai salah satu permenungan perjalan bersama kurang lebih setahun hampir berlalu.

“Rekoleksi ini sebagai refleksi perjalanan hidup, apakah saya sudah pantas atau layak menjadi pengikut Kristus dalam hal pelayan kepada sesama di tengah kehidupan bermasyarakat,” unjarnya.

Lanjut Valentinus Kopong Masan, Kader Pemuda Katolik harus menjadikan rekoleksi ini guna memperkuat persaudaraan antar kelurga besar Pemuda Katolik Komisairat Cabang Kota Kupang dan juga untuk memperdalam hidup rohani guna menumbuhkan rasa ingin berubah dan memperbaiki diri.

“Pemuda Katolik harus mampu menjadi garam dan terang di tengah kehidupan bermasyarakat demi menjawabi bonum commune atau kesejahteraan bersama,” tandasnya. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.