Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Wisuda adalah sebuah momen yang tampak sederhana, hanya sekadar upacara akademik dengan toga, ijazah, dan seremonial yang penuh
Tag: Sirilus Aristo Mbombo
Agama adalah Cinta Bukan Alat Pertikaian
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Di tengah pusaran zaman yang bergerak cepat, manusia modern dihadapkan pada gelombang kecemasan dan kehilangan arah, yang dalam
Masa Depan Bangsa dalam Bayang-Bayang Kepemimpinan yang Gagal
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Di dalam gemuruh zaman yang tak kunjung mereda, negeri ini terus bergelut dengan berbagai persoalan yang seakan tidak
Cinta yang Melindungi Bukan Melukai: Menolak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Kekerasan adalah wajah paling muram dari kegagalan manusia dalam mencintai. Ia muncul ketika kuasa mengambil alih nurani, ketika
Keadilan yang Hilang di Negeri Demokrasi
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Demokrasi dalam cita idealnya, adalah ruang bersama yang dirancang untuk merayakan martabat manusia dalam kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.
Perkawinan sebagai Jalan Kesetiaan dan Pengorbanan
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Di tengah arus zaman yang melaju deras tanpa henti, manusia senantiasa bergulat dengan realitas terdalam dari dirinya sendiri:
Demokrasi Tanpa Keadilan adalah Luka
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Demokrasi seperti matahari dalam politik, adalah sumber cahaya bagi kehidupan bernegara. Namun, di Indonesia cahaya itu kadang tertutup
Ayah adalah Bahu Kehidupan dan Cinta yang Tak Terucapkan
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Ayah adalah bahasa kehidupan yang tak banyak bicara, namun penuh makna dalam setiap diamnya. Ia adalah bayang-bayang kekuatan
Ibu adalah Warisan Cinta yang Tak Pernah Mati
Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Terimakasih Tuhan telah menitipkanku malaikat-Mu yang kusebut Ibu. Dari rahimnya aku dilahirkan, dari pelukannya aku mengenal dunia, dan
Socrates Sang Pemimpin Bijaksana
Di sebuah kota yang megah, di mana lampu-lampu berpendar menerangi malam yang sunyi, hiduplah seorang pemimpin bijaksana bernama Socrates. Kota itu, dengan
Guru yang Memimpin dengan Cinta
Di sebuah desa kecil yang tersembunyi di balik perbukitan hijau dan sawah yang menghampar bagai puisi alam, hiduplah seorang pria bernama Riki.
- 1
- 2
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




