Mimpi selalu membutakan diriku,menenggelamkan ku dalam nafsu.Rasanya semesta menciptakan keberadaan muHanya demi berpaling ke arah ku selalu Wahai biadabKehidupan telah memberikan aku

Hati mu tampak serakahKosong rasa bersalah.Tak peduli jika disebutAnak yang berhati batu Enteng sekali tingkah muWalau di gelari sebagai si perasaSungguh ironi

Kau tumpahkan rasa perihTak tahu cara memberiKau terus meludah dan berpikir itulah hadiah Pernah kah dalam batinmuTerbayang tentang kasih sayang?Apakah orang tua,

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.