Ahmad Atang: Erik Rede Miliki Modal Politik Maju Bupati Ende

oleh -14268 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Figur Erik Rede bukan orang baru di lingkup Pemda Kabupaten Ende, karena memiliki rekam jejak politik dan pemerintahan, baik sebagai anggota DPRD maupun sebagai Wakil Bupati Ende. Itu artinya, Erik Rede sangat mengenal masyarakat dan problemnya. Dengan modal tersebut cukup beralasan baginya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Ende periode 2024-2029.

Demikian tegas Pengamat Politik dari Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang via seluler Minggu (14/7/2024) siang.

Menurut Ahmad Atang, untuk mengikuti kontestasi politik Pilkada, setidaknya figur memiliki tiga modal utama, yakni modal politik, modal sosial dan modal finansial.

“Bagi Erik Rede, modal politik telah dimilikinya karena sebagai ketua partai NasDem. Maka NasDem merupakan partai pengusung utama tentu dengan mitra koalisinya,” tegas Ahmad Atang.

Dengan demikian, lanjutnya, tidak sulit bagi Erik Rede untuk maju karena memiliki partai sebagai modal politiknya.

Sedangkan modal sosial, Erik Rede dengan kiprahnya sebagai anggota DPRD dan Wakil Bupati tentu telah banyak berbuat dan mengayomi masyarakat. Modal sosial ini sebagai bukti karena yang bersangkutan dipercaya menjadi anggota DPRD dalam beberapa periode.

“Ini hanya bisa diperoleh kalau figur memiliki massa loyal. Maka, Erik Rede telah memiliki massa yang dapat dikapitalisasi menjadi modal utama menuju Pilkada mendatang,” tandas Ahmad Atang.

Sementara itu, kata Ahmad Atang, modal finansial dalam rangka memobilisasi jaringan dalam kerja-kerja politik ke depan. Sebagai politisi yang berpengalaman, Erik Rede tahu apa yang mesti dilakukan untuk suksesnya sebuah perjuangan.

“Oleh karena itu, modal finansial bukan segala-galanya akan tetapi segalanya tidak akan tercapai tanpa dukungan finansial,” pungkas Ahmad Atang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Provinsi NTT, Alexander Take Ofong mengatakan, masih enam kabupaten sedang berproses di DPP Partai NasDem untuk keluar rekomendasi bakal calon bupati dan wakil bupati.

Keenam kabupaten yang belum keluar rekomendasi DPP Partai NasDem adalah Ende, Alor, Sabu Raijua, Sikka, Kupang dan Belu.

“Dalam bulan ini (Juli) target semua sudah mendapat rekomendasi DPP Partai NasDem untuk pencalonan,” kata Alex Ofong.

Alex Ofong kembali menegaskan bahwa kepastian partai koalisi dan pasangan bakal calon serta hasil survei menjadi syarat utama keluarnya rekomendasi DPP Partai NasDem.

Sehingga ada daerah yang lebih cepat keluar rekomendasi DPP Partai NasDem karena sejak awal sudah ada kepastian partai politik yang berkoalisi mengusung pasangan bakal calon dan sudah ada hasil survei untuk mengukur peta kekuatan calon.

“Survei yang dilakukan oleh lembaga survei politik yang kredibel sehingga dapat menjadi referensi bagi bakal calon dalam kerja pemenangan,” imbuh Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi NTT.

Menurutnya, Partai NasDem sangat hati-hati dalam memberikan rekomendasi karena bersifat pasti, final dan mengikat bakal calon. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.