RADARNTT, Soe – Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman iman peserta didik, SMA Negeri 1 Soe bekerjasama dengan kantor kementerian agama kabupaten Timor Tengah Selatan mengadakan pembinaan rohani bagi peserta didik terkait moderasi beragama, upaya pencegahan radikalisme dan penyebaran berita hoaks
Kepala Seksi Bimas Katolik kantor kementerian agama kabupaten Timor Tengah Selatan, James Umbu Tobu, S.Ag., dalam arahan membuka kegiatan mewakili kepala kantor Kemenag mengatakan, moderasi beragama penting dan perlu disosialisasikan bagi kaum muda termasuk peserta didik agar dalam pergaulan dan kehidupan bermasyarakat dapat menciptakan kerukunan antar umat beragama di lingkungan sekolah.
“Karena tentunya peserta didik menganut agama yang berbeda dalam satuan pendidikan sehingga diharapkan melalui kegiatan pembinaan iman ini memotivasi dan menginspirasi kaum muda dalam membangun persahabatan dan atau persaudaraan tidak memandang golongan tertentu saja,” harap Umbu Tobu.
Kepala SMA Negeri 1 Soe, Rovis Selan, menyampaikan terima kasih kepada kementrian agama dalam hal ini seksi Bimas Katolik atas kerjasama yang baik ini demi memberikan pencerahan bagi peserta didik karena kegiatan semacam ini tidak sering terjadi sehingga diharapkan agar peserta didik dapat mengikuti dengan baik dan penuh perhatian guna menjaga toleransi dalam kebersamaan di sekolah tanpa membeda-bedakan.
“Karena Negara Kesatuan Republik Indonesia mempersatukan kita dalam keberagaman baik itu agama, suku maupun ras,” ujarnya.
Rovis menjelaskan, radikalisme paham yang menganut kekerasan sehingga melalui kegiatan itu peserta didik bisa menjadi contoh bagi yang lain tanpa memandang kelompok mayoritas maupun minoritas dengan menghindari pikiran maupun tindakan yang mengandung kekerasan..
Romo Blasius Udjan, dalam pemaparan materinya terkait radikalisme dan penyebaran berita-berita hoaks menandaskan, paham radikal bisa menghancurkan, merusak dan lain sebagainya, paham ini juga digunakan orang tertentu untuk menyerang sesuatu atau kepemimpinan tertentu. Sehingga peserta didik diminta untuk memandang sesama sebagai saudara guna mencegah radikalisme seperti tawuran antar pelajar, bullying.
“Gerakan radikalisme itu bisa masuk dalam dunia pendidikan sehingga para peserta diminta untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain tanpa pandang bulu,” tandasnya.
Pada tempat yang sama, Ketua Panitia pelaksana kegiatan, Albertus T Baunsele, mengatakan tujuan kegiatan adalah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama bagi peserta didik sejak di bangku sekolah, menumbuhkan rasa cinta akan persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan satu kelompok dengan yang lainnya.
“Serta memperbaiki sikap dalam kehidupan bermasyarakat dan menggereja,” jelasnya.
Nara sumber kegiatan adalah Kepala Seksi Bimas Katolik Kabupaten TTS, James Umbu Tobu, dengan materi Moderasi Beragama, dan Romo Blasius Udjan dengan materi, Upaya Pencegahan Radikalisme dan Penyebaran Berita-berita Hoaks.
Kegiatan diikuti peserta didik sebanyak 56 orang dan guru-guru pendamping yang terlaksana secara baik dan lancar serta diskusi yang hangat terkait tema yang diusung. Kegiatan telah berlangsung di aula SMA Negeri 1 Soe, Sabtu (8/6/2024). (AB/RN)







