Mahasiswa Pastoral seluruh Indonesia Unjuk Gagasan Transformatif di STIPAR Ende

oleh -581 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Ende – Dalam rangka perayaan Dies Natalis Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende (STIPAR Ende), sebuah kompetisi nasional karya tulis ilmiah berbasis jurnal mahasiswa sukses digelar dengan semangat akademik yang tinggi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai Sekolah Tinggi Pastoral di Indonesia untuk menyampaikan gagasan reflektif dan solutif terhadap isu-isu pastoral kontemporer.

Ketua Dewan Juri, Dr. Anselmus DW Atasoge, S.Fil., M.Th., menyampaikan bahwa tema besar yang diangkat tahun ini adalah “Pastoral Transformatif dalam Menjawab Tantangan Zaman.” Para peserta diajak mengeksplorasi subtema seperti ekoteologi, spiritualitas cinta, pendidikan lintas iman, dan pemikiran inklusif. Setiap tim terdiri dari tiga hingga lima mahasiswa aktif yang menyusun karya ilmiah sebagai bentuk kontribusi terhadap perubahan sosial dan spiritual.

Tim juri melakukan penilaian secara ketat dan objektif berdasarkan tujuh komponen utama: kualitas bahasa ilmiah, sistematika penulisan, keaslian gagasan, kreativitas dan dampak, kelayakan implementasi, kekinian topik, serta relevansi pastoral dan sosial. Hasilnya mencerminkan semangat intelektual muda yang berani menjawab tantangan zaman dengan pendekatan kontekstual.

Berikut adalah hasil perlombaan karya tulis ilmiah mahasiswa tingkat nasional dalam rangka Dies Natalis STIPAR Ende Tahun 2025 tersebut.

Tim dari STP Dian Mandala Gunungsitoli, Nias, Sibolga, Indonesia berhasil meraih peringkat pertama dengan total nilai 1.190 melalui karya berjudul “Harmoni Iman dan Alam: Ekoteologi Katolik dalam Ritual Wangamoni’o Panen Padi di Nias.” Artikel ini ditulis oleh Yasman Handayani Lase, Selvianti Dachi, Ester Fosumange Laia, Rosalia Gulo, dan Yohanes Jok Pendopo Laoli. Mereka mengangkat relasi iman dan ekologi lokal sebagai bentuk spiritualitas yang membumi.

Peringkat kedua diraih oleh tim dari Universitas Katolik Weetebula, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, dengan total nilai 1.085. Karya mereka berjudul “Kasih sebagai Inti Pelayanan Pastoral terhadap Ana Weli Dana” ditulis oleh Imelda Vitrisia Lede, Giovanca Yusmardinca Utomo, Maria Imakulata Tamo Ina, dan Anjela Putri Umbu Pati. Tulisan ini menyoroti pendekatan pastoral yang berakar pada cinta dan kehadiran nyata di tengah masyarakat adat.

Tim dari STIPAR Ende sendiri meraih peringkat ketiga dengan nilai 1.080 melalui karya berjudul “Panggilan Iman Atas Kerusakan Akibat Pestisida di Warikeo dan Relevansinya dengan Kitab Zakharia 8:12.” Artikel ini ditulis oleh Alfianus Ruba, Anselmus N. Halek, dan Kristoforus Wode. Mereka mengangkat isu kerusakan lingkungan akibat pestisida dan mengaitkannya dengan nubuat Kitab Suci sebagai panggilan iman untuk bertobat ekologis.

Peringkat keempat kembali diraih oleh STP Dian Mandala Gunungsitoli melalui karya “Strategi Implementasi Kurikulum Cinta di Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli.” Artikel ini ditulis oleh Putranias Zebua, Anisa Putri Hulu, Yessi Florentina Pasaribu, dan Anastasia Lamaria, dengan total nilai 1.075. Mereka menawarkan pendekatan kurikulum yang menanamkan nilai cinta sebagai dasar pendidikan pastoral.

Peringkat kelima diraih oleh tim Universitas Katolik Weetebula dengan karya “Pastoral Ekologis Berbasis Kearifan Lokal dalam Ritual Mori Loda.” Artikel ini ditulis oleh Mardiana Wada Mali, Melkianus Asterius Bili, Gabriela Sofiani Seingo, Ernesta Harabi Djera, dan Marlince Deke, dengan total nilai 1.045. Mereka menyoroti bagaimana ritual lokal dapat menjadi pintu masuk bagi pelayanan ekologis yang kontekstual.

Sementara itu, peringkat keenam diraih oleh tim STIPAR Ende dengan karya “Peran Mahasiswa STIPAR sebagai Agen Pastoral dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan: Studi Intervensi Sosialisasi dan Sarana.” Artikel ini ditulis oleh Maria Gratia Putri Mo’a, Florentina Ito, Monika Florentina Raja, Elastri Yoseva Odang, dan Maria Elfina Doa, dengan total nilai 955. Mereka menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat menjadi pelaku langsung dalam perubahan lingkungan melalui aksi nyata dan edukasi.

Keenam karya ini mencerminkan keberanian intelektual mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman dengan pendekatan reflektif, kontekstual, dan transformatif. STIPAR Ende berharap bahwa benih-benih gagasan ini akan tumbuh menjadi gerakan pastoral yang menyentuh hati dan mengubah realitas.

Ketua Dewan Juri, Dr. Anselmus DW Atasoge, S.Fil., M.Th., mengatakan melalui kompetisi ini, STIPAR Ende berharap tercipta ruang dialog akademik yang inklusif dan kreatif.

“Kami ingin gagasan-gagasan transformatif dari mahasiswa dapat bertemu dan bertumbuh. Setiap tulisan yang dihasilkan semoga menjadi benih perubahan sosial yang mengakar pada nilai-nilai pastoral, spiritualitas, dan solidaritas kemanusiaan lintas tradisi,” tegas Dr. Anselmus.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa pastoral tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga mampu menyumbangkan solusi nyata bagi kehidupan Gereja dan masyarakat. STIPAR Ende terus berkomitmen membangun budaya akademik yang relevan dan transformatif di tengah tantangan zaman.*** (Laporan Tim Jurnalistik Mahasiswa STIPAR Ende).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.