RADARNTT, Soe – Sebanyak 30 orang Guru Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang tergabung dalam wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait model pembelajaran dan asesmen.
Kegiatan diselenggarakan di Aula Haumeni, Kantor akementerian Agama Kabupaten TTS, Sabtu, (30/11/2024).
Kepada media ini, Kepala Seksi Bimas Katolik, Kantor Kemenag TTS, James Umbu Tobu menuturkan bahwa MGMP Pendidikan Agama Katolik, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis terkait model pembelajaran dan asesmen.
“Agar dapat menerapkan di satuan pendidikan masing-masing,” tuturnya, Sabtu, (30/11/2024),.
Selain itu, James menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhahatikan sebagai seorang guru dalam mengelola pembelajaran yakni memiliki peran sebagai mentor, pendamping, pembimbing dan pelatih bagi siswa.
“Agar peserta didik menemukan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Guru juga memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran,” jelasnya.
James menambahkan bahwa guru pendidikan agama Katolik harus mampu memberikan saran atas proses dan hasil belajar peserta didik.
“Sehingga membantu peserta didik mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran,” tambahnya.
Sementara salah satu guru yang enggan menyebutkan namanya, mengaku senang dengan adanya wadah MGMP tersebut karena melalui wadah MGMP bisa berkumpul bersama dan menemukan hal-hal baru yang perlu diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Sehingga peserta didik tidak merasa jenuh dalam menerima dan mengaplikasikan apa yang dipelajari di sekolah dengan baik dan tepat guna,” ungkapnya. (AB/RN)







