Ketika Teknologi Digital Berkembang Lebih Cepat daripada Moral Manusia

oleh -59 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Albertino Vitali Eka Putra Ngole

Di era digital saat ini, teknologi telah menjadi bagian hidup dari manusia. Hampir dari seluruh aktivitas manusia dapat digunakan melalui teknologi mulai dari pembelajaran, bisnis, hingga pencarian informasi. Dengan perkembangan ini, telah banyak membantu mempermudah aktivitas manusia dalam seluruh aspek. Akan tetapi kenyataanya bahwa, manusia kurang bertanggung jawab atas penggunaan teknologi digital saat ini. Teknologi digital boleh berkembang dengan pesat, tetapi apakah moral manusia juga dapat berkembang bersamaan? Bertolak dari pertanyaan ini penulis melihat begitu banyak kasus terjadi, antara lain penyebaran berita hoaks, kasus bullying, dan pelanggaran batas-batas privasi.

Teknologi digital berkembang dengan sangat cepat, sementara kemampuan manusia untuk menggunakan teknologi secara bijaksana tidak selalu berkembang dengan kecepatang yang sama. Ini menjadi tolak ukur bersama untuk mengkaji, bagaimana manusia bersikap atas perkembangan zaman. Kasus-kasus terjadi diakibatkan oleh moral yang lemah dari manusia, misalnya kasus hoaks dan disinformasi. Teknologi mampu menyebarkan informasi dengan mudah dan cepat, namun cepatnya penyebaran informasi tidak diiringi oleh kebenaran mutlak dari informasi yang disebarkan. Mirisnya manusia tidak lagi menyelidiki lebih lanjut informasi yang disebarkan, melainkan menerimanya secara mentah-mentah.

Kemudian AI (Artificial Intelligence) salah satu bentuk perkembangan teknologi digital, yang sudah amat membantu manusia dalam berbagai ranah pendidikan, pekerjaan, dan kreativitas. Akan tetapi banyak kali terjadi penyalahgunaan, Ai dibuat untuk membuat berita palsu, memalsukan suara, menghasilkan konten yang menyesatkan, dan pada kalangan pelajar sering digunakan untuk menyontek disaat ujian bahkan mengerjakan tugas tanpa berusaha memahami materi tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa setiap perkembangan teknologi tidak selalu dibarengi dengan kemajuan perkembangan moral manusia. Teknologi yang seharusnya menjadi alat bantu yang efektif bagi manusia demi mengembangan kecerdasan  kreatifitas, inovatif, dan produktif justru disalahgunakan dan merugikan banyak pihak. Permasalahan ini bukan terletak pada teknologi melainkan oleh manusia yang tidak memahami kemana dan bagaimana teknologi ini digunakan. Setiap perkembangan teknologi, selalu memberikan pengetahuan bagi penggunanya, tetapi juga dapat menjadi merugikan ketika Ai digunakan untuk menipu apalagi digunakan tanpa adanya kejujuran dan tanggung jawab.

Maka dari itu, perkembangan teknologi digital harus dibarengi dengan pembelajaran moral dan etika. Agar manusia tidak sebatas belajar untuk menggunakan teknologi, tetapi memahami dan menyadari batas-batas dan tanggung jawab penggunaan teknologi. Dalam ruang pendidikan Ai sangat membantu pelajar untuk lebih memahami materi, ide, dan melatih berpikir kritis, bukan menjadi jalan pintas untuk menghindari proses belajar. Begitu juga dalam ruang sosial dalam menyikapi setiap informasi yang disebarkan agar tidak menerima tanpa berpikir kritis dan mengkaji kebenaran dari informasi yang diterima.

Pada akhirnya setiap perkembangan teknologi digital tidak diukur seberapa canggih perkembangan tersebut, tetapi juga seberapa bijaksananya manusia dalam menggunakannya. Teknologi boleh berkembangan dengan cepat tetapi moral manusia tidak ketinggalan melainkan mampu mengiringi perkembangan tersebut. Sebab jika manusia tidak mempunyai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian antar sesama, maka teknologi akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia dan tantangan terbesar manusia adalah bukan menciptakan teknologi yang semakin hari semakin canggih dan pintar, melainkan membentuk sikap jujur, disiplin dan bertanggung jawab.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.