Ketika Cuaca Tak Lagi Bersahabat: Gelombang Panas Mengubah Eropa

oleh -161 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Yulius Rua

Cuaca adalah kondisi udara yang bergerak dari waktu dan tempat tertentu. Musim diberbagai belahan bumi, terjadi dalam waktu yang berbeda dan proses perubahan sangat menentu. Alam sangat bersahabat, memberikan kesuburan pada bumi dan menjadikan bumi itu indah. Eksistensi cuaca dan musim yang dibagi, mempengaruhi pada perkembangan hidup manusia dan kebutuhan manusia. sehingga manusia mengalami secara realistis tentang suasana alam dan keunikan-keunikan yang alam berikan.

Namun, persahabatan antara alam dan manusia saat ini sangat terlampau jauh dan tidak seimbang lagi. Perubahan dulu itu, hanya waktu dan tempat. Tetapi sekarang, bergeser pada sikon cuaca yang tidak beraturan, membuat kehidupan manusia menjadi terbengkelai dan kebingungan manusia dalam membangun kebutuhan hidupnya. Enam musim di seluruh dunia dibagi dengan porsinya masing-masing pada semua Negara dan wilayah secara geofrafis. Di Indonesia terjadi empat musim dan mengalami perubahan yang tidak menentu.

Cuaca ekstrim kini terjadi di benua Eropa. Melalui media-media melaporkan bahwa gelombang panas tahun ini memakan banyak korban di berbagai Negara bagian Eropa. Sehingga, dari pihak WHO (organisasi kesehatan dunia) mendata bahwa sekitar 1.300 kematian berlebih terkait gelombang panas ekstrim yang tercatat di kawasan Eropa sejak 21 juni 2026. Pengaruh gelombang panas, semua akses pekerjaan dan pendidikan menjadi mandek. Apabila gelombang panas ini berlangsung lama, maka akibatnya semua orang mengalami gangguan kesehatan dan popularitas kematiannya tinggi.

Terjadinya gelombang panas di Eropa, karena beberapa faktor yaitu efek rumah kaca, industry yang memadai, polusi udara dan pohon-pohon ditebang secara liar. Sekarang ini, orang berlomba-lomba membangun gedung ketimbang menanam pohon di sekitar lingkungan perkotaan. Sehingga tidaklah heran kalau kemajuan di Eropa menenggelamkan wajah alam. Perlu diperhatikan dalam menata ruang lingkup sehingga kondisi alam tidak rusak dan berubah tidak menentu.

Menurut Hans Jonas seorang filsuf asal Jerman, dalam bukunya “The Imperative of Responsibility” “kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan manusia kekuatan yang sangat besar untuk mengubah alam. Oleh karena itu, manusia juga memikul tanggung jawab moral yang lebih besar terhadap kelestarian bumi. Jonas menegaskan bahwa setiap tindakan manusia harus mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan di masa depan. Dengan kata lain, manusia tidak boleh hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga wajib menjaga agar bumi tetap layak dihuni oleh generasi yang akan datang”.

Pemikiran Jonas dapat dihubungkan pada peristiwa terjadinya gelombang panas di Eropa. Gelombang ini bukanlah hal yang biasa tetapi peristiwa serius karena sudah begitu banyak menelan korban, tingkat kematian semakin tinggi, dan kesulitan dalam beraktivitas. Untuk itu, perlu juga dari pihak-pihak pemerintah mengintervensinya dan memperjuangkan nilai kemanusiaan. Sesuai dengan refleksi filosofis dari Jonas, manusia mesti bertanggung jawab terhadap alam menjaga bukan merusak dan melestarikan bukan menghancurkan. Jonas mengajak supaya menjaga dan melestarikan bumi bukan untuk waktu yang relative singkat melainkan kepentingan masa depan bagi generasi yang akan datang.

Pada akhirnya, cuaca alam berubah tanpa prediksi yang mutlak dari manusia walaupun manusia memiliki kemapuan tinggi tetapi, cuaca berubah itu sifatnya alamiah. Dan bukan lagi alam menjadi penyebab utamanya, tetapi manusia menjadi subyek utama terjadinya gelombang panas ekstrim di Eropa. Perlu manusia sadari bahwa bertanggung jawab atas bumi ini adalah tujuan yang paling utama supaya perubahan cuaca tidak menjadi ekstrim dan gelombang panas tidak berlangsung lama. Sudah saatnya kita mengubah cara berpikir dalam menata bumi dengan cara mengurangi bahan bakar fosil, menanam pohon, dan mengolah sampah yang baik. Itulah, wujud tanggung jawab kita terhadap bumi dan generasi yang akan datang.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.