Judi Online Bukan Jalan Pintas Tapi Jalan Buntu

oleh -115 Dilihat
banner 468x60

Oleh : Febrianto Burak

Di era digital, internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan. Hal ini tentu tidak terlepas dari rasio atau akal manusia dalam menemukan serta mengembangkan teknologi yang dibutuhkan sehingga bisa bermanfaat sesuai dengan kebutuhan serta setara dengan kemajuan zaman. Kehidupan selalu terpapar dengan teknologi. Salah satu bentuk hiburan yang semakin populer adalah judi online. Perkembangan teknologi dan digitalisasi ini telah membawa berbagai perubahan signifikan dalam kehidupan, termasuk akses terhadap perjudian, khususnya judi online.

Dalam era digital manusia dihadapkan pada kelimpahan informasi yang informasinya tidak dapat dibuktikan kebenaran karena data yang keluar dari pihak yang membuat alat itu. Namun dengan berbagai informasi yang diakses membuat hidup jatuh dalam hal itu. Salah satu bentuk yang populer adalah judi online. Perkembangan dan digitalisasi yang pesat telah membawa berbagai perubahan dalam aspek kehidupan, termasuk akses terhadap aktivitas perjudian, khususnya judi online. Di tengah pesatnya perkembangan digital segala sesuatu diberi kemudahan dalam kehidupan setiap hari. Namun di tengah kemudahan yang dialami itu manusia tidak sadar akan segala macam ancaman baru yang sering kali tersembunyi, salah satunya judi online.

Banyak orang menganggap judi online jalan pintas untuk memperoleh uang atau alat untuk menghasilkan uang yang sangat cepat karena sistem permainan yang begitu mudah. Namun kenyataannya jauh berbeda karena judi online bukan jalan pintas tetapi jalan buntu dalam hidup. Karena judi online bukan alat, melainkan suatu jebakan finansial yang tidak dipahami oleh masyarakat sekarang di tengah perkembangan digital. Di mana suatu sistem yang dirancang untuk menguntungkan pihak tertentu dan merugikan pihak lain atau para pemainnya.

Judi online awalnya kelihatan bagus untuk mencari uang dalam hidup di tengah perkembangan era digital ini karena para pembuat selalu memiliki cara untuk membuat para pemain judi merasa nyaman sehingga mulai memiliki rasa ketertarikan yang begitu besar untuk terus bermain judi online. Namun setelah masuk dalam permainan game judi online ini pembuat game judi online ini mulai memainkan para pemain game sehingga bukan lagi para pemain game judi online yang bermain tetapi pembuat alat game judi online ini yang bermain. Bandar game akan membuat untuk terus memiliki keinginan untuk bermain maka dengan rasa untuk terus mencoba keinginan semakin menambah dan membuat diri terus tergiur dengan permainan.

Judi online di jaman sekarang menyamar seperti muncul di iklan atau aplikasi namun dalam bahasa yang muncul bukan judi tetapi suatu hiburan permainan padahal tampa sadar bahwa itu isinya sama selalu menyetor uang dan sebagai pemain menunggu untuk beruntung sedangkan bandar atau pembuat game judi online yang merasakan keuntungan. Judi online berbeda dengan judi konvensional karena memiliki keinginan untuk bermain judi tapi memiliki rasa malu terhadap orang-orang yang berada di sekitar. Kalau judi online langsung di HP sehingga bermain tidak ada yang tahu tidak ada yang menegur namun tabungan habis dan mulai melakukan pinjaman sehingga mulai menumpuk.

Judi online juga membuat seseorang mulai memiliki keinginan untuk berbohong, terutama bagi kaum pelajar atau mahasiswa. Menipu orang tuanya. Minta uang untuk membayar segala yang dibutuhkan untuk keperluan kuliah tetapi pakai untuk bermain game judi online. Dengan sikap seperti ini dapat mempengaruhi pribadi sendiri dalam hidup. Dulu kelihatan anak yang baik soleh pintar, gara-gara kenal dengan judi online mulai memiliki sikap bohong menghabiskan waktu untuk bermain game slot bukan untuk belajar. Awal-awal merasa baik tetapi lama-lama mulai menipu semua orang untuk pinjam uang membayar kebutuhan kuliah tetapi untuk bermain game. Dengan terus melakukan pinjam akhirnya dikejar sama pemilik modal karena sudah tidak mampu membayar utang yang sudah ia lakukan.

Dalam judi online orang tidak lagi menggunakan pengetahuan empirisme, penegtahuan seharusnya dibangun dari pengelaman yang konsisten dan pengetahuan yang dapat diuji. Namun, karena manusia cenderung lebih mengingat kemenangan dari pada kekalahan sehingga terbentuk distori pengetahuan. Ketika melihat dari sudut pandang rasionalisme, akal seharusnya digunakan untuk menilai probabilitas dari risiko yang secara tidak logis ini. Orang selalu menggunakan kenyakinan sehingga dengan singkat pengetahuan yang dimiliki dapat membuat pribadi menganggap sudah mampu dalam pengetahuan itu. Kenyakinan sering didasarkan pada pengelamanan kemenangan sesaat atau testimoni yang tersebar di media sosial. Sehingga dalam tulisan ini, penulis hendak menegaskan kembali bahwa judi online bukan alat untuk mendapatkan uang melainkan jebakan finansial dalam kehidupan. Judi online bukan jalan pintas tetapi jalan buntu kehidupan.

Judi online memiliki dampak yang begitu besar namun para pemain game judi online tidak merasakan hal itu sehingga terus tergiur dengan hal ini. Dampak yang sangat serius dari judi online seperti, orang kehilangan tabungan, menjual aset, bahkan sampai nekat untuk melakukan pinjaman agar terus melakukan judi online. Dengan melihat keadaan seperti ini dapat kita katakan bahwa judi online bukan hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak pada keluarga dan lingkungan sekitar serta mengakibatkan konflik dalam rumah tangga atau merusak masa depan hidup sendiri dalam kehidupan.

Orang melakukan judi online karena dipengaruhi oleh sudut pandang tertentu sehingga orang mulai memandang pengetahuan yang dimiliki membuat dirinya nyakin bahwa judi online suatu hal yang baik karena melihat melalui pengalaman yang dimiliki. Padahal pengelaman yang ada tersebut bersifat parsial dan tidak mencerminkan realitas secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan adanya kesalahan dalam proses pengetahuan di mana individu mengambil kesimpulan umum dari pengtahuan dan data yang terbatas.

Secara rasional, judi online tidak pernah benar-benar berpihak pada pemain. Karena judi online itu dibuat atas dasar pribadi individu. Maka gunakanlah pengetahuan dalam diri secara benar supaya tidak menjadikan diri sendiri sebagai korban. Berpikirlah secara baik supaya tidak menganggap judi online sebagai alat untuk mencapai kestabilan finansial. Pada hakekatnya judi online bukan sebagai alat untuk mencapai kestabilan finansial tetapi kebuntuan finansial. Karena suatu pengetahuan yang tidak logis atau tidaklah rasional. Ia dibangun atas dasar persepsi yang keliru, informasi yang tidak lengkap, dan bisa kognitif. Karena realitas dapat mempertanggungjawabkan bahwa judi online justru menunjukkan suatu jebakan finansial yang memanfaatkan kelemahan seseorang dalam memperoleh keuntungan yang besar atau berlimpat ganda dalam kehidupan.

Maka dalam hidup jangan mudah untuk ditipu atau dibodohi. Karena tidak ada orang yang kaya lewat main game judi online. Yang ada cuma bandar dan selebgram yang dibayar untuk buat promosi. Kalau lagi membutuhkan uang solusinya kerja bukan main game judi online karena secara tepatnya judi online di buat oleh pihak atau kelompok tertentu untuk memperoleh keuntungan. Dan dari pihak yang membuat atau bandar yang mengontrol game judi online itulah yang akan merasakan kepuasan hidup bukan diri sebagai pemain.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.