Esensi Minuman Moke “Merusak atau Mewariskan Budaya”

oleh -858 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Alan Abel

Minuman tradisional Flores, khususnya dari daerah Kabupaten Ngada sangat terkait erat dengan nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat setempat, dengan minuman utama yang dikenal dengan moke. Daerah dengan penghasil minuman tradisional moke terbaik di Kabupaten Ngada berasal dari dua daerah yaitu Kecamatan Aimere dan Kecamatan Inerie.

Jika ditinjau dari segi kebudayaan dan sudah menjadi warisan leluhur maka dari itu Kami Mahasiswa Ngada (PERMADA) Kupang dengan ini menolak secara tegas dengan pernyataan dari Pemda Ngada dan juga Polres Ngada yang menyatakan bahwa Polres Ngada menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti perintah Kapolda NTT dengan langkah penegakan hukum yang profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.

“Peredaran dan penyalahgunaan miras di Kabupaten Ngada telah menimbulkan banyak dampak negatif seperti penganiayaan, KDRT, perkelahian, hingga gangguan ketertiban umum. Karena itu, kami akan bertindak tegas dan melakukan operasi terpadu bersama Pemerintah daerah”.

Dari pernyataan di atas merupakan kutiban dari berita Tribratanewsntt.com yang menegaskan bahwa Polres Ngada sepakat perketat penertiban Miras Ilegal dan sudah terjadi penyitaan di beberapa tempat di Kecamatan Aimere.

Dari kutiban berita di atas Pemerintah Daerah bersama dengan Polres Ngada seolah menganggap bahwa moke merupakan penyebab utama suatu masalah terjadi seperti yang disampaikan bahwa “Peredaran dan penyalahgunaan miras di Kabupaten Ngada telah menimbulkan banyak dampak negatif seperti penganiayaan, KDRT, perkelahian, hingga gangguan ketertiban umum”.

Di sini sekali lagi kami mau menegaskan bahwa kami menolak keras dengan adanya kebijakan yang disampaikan oleh pihak yang berwajib bersama dengan Pemkab Ngada yang bahkan sudah melakukan penyitaan. Mengapa? Karena kami juga mengalami dan merasakan sendiri bahwa banyak orang yang sukses dan berhasil karena adanya moke, terlebih di beberapa daerah yang ada di Kabupaten Ngada khususnya Kecamatan Aimere dan Inerie yang mata pencaharian dan penghasilannya notabene berasal dari moke.

Jadi jika pemerintah dan pihak berwajib mengambil kebijakan seperti yang telah tersebar dalam berita maka, apakah pemerintah juga bersedia untuk memenuhi segala kebutuhan para petani yang mata pencahariannya dari moke? Apakah pemerintah bisa menjamin kehidupan masa depan dan keluarga mereka? Dan apakah Pemerintah juga mau mengambil resiko untuk menyiapkan lapangan kerja baru bagi para petani Moke?

Moke yang sudah diwariskan secara turun temurun dari leluhur dan menjadi mata pencaharian masyarakat serta sudah melekat dalam kehidupan adat masyarakat Ngada kini dianggap sebagai faktor penyebab suatu masalah terjadi. Apakah moke merupakan akar penyebab suatu masalah terjadi, jika dilihat dari pernyataan Pemerintah bersama dengan Polres Ngada yang disampaikan dalam berita yang dikutib di atas?

Konsumsi moke secara belebihan memang dapat mempengaruhi alam sadar kita sebagai penikmat, tapi jika dilihat dari pernyataan Pemkab Ngada bersama dengan Polres Ngada yang ingin menertiban dan sudah menyita peredaran minuman keras seperti moke, kami menolak dengan kebijakan ini karena jika dilihat dari konsekuensi yang akan diambil maka akan adanya persoalan baru yang sudah kami sampaikan di atas tadi.

Maka dari itu di sini kami mau memberikan suatu solusi atau masukan untuk Pemda Ngada dan juga Polres Ngada supaya bisa ditinjau kembali kebijakan yang diambil seperti lebih fokus kepada para oknum yang mengonsumsi minuman keras seperti moke yang mempunyai potensi besar terhadap tindakan kriminal penganiayaan, KDRT, perkelahian, hingga gangguan ketertiban umum.

Di sini kami juga melihat bahwa minuman keras seperi moke merupakan simbol persaudaraan dan penerimaan karena moke merupakan minuman pergaulan yang menjadi simbol penting dalam menyambut tamu, mempererat tali persaudaraan, dan menunjukan keramahan masyarakat Flores, Ngada. Bagian dari ritual adat, jadi minuman ini (moke) memegang peran sentral dalam berbagai upacara adat, ritual, dan perayaan penting, seperti pernikahan, kematian, atau musyawarah adat. Kehadiran moke juga dianggap sakral karena dalam tradisi adat Ngada moke juga termasuk dalam bahan persembahan untuk nenek moyang.

Penulis adalah Ketua Umum PERMADA Kupang

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.