Kisah Angel Di Maria dan Lionel Messi di tim nasional Argentina adalah bukti bahwa tekad dan keyakinan bisa mengubah segalanya.
Pada 2021, setelah Paris Saint-Germain menyingkirkan Barcelona dari Liga Champions, Di Maria mendekati Messi yang saat itu belum pernah meraih gelar bersama Argentina. Dengan penuh keyakinan, ia berkata, “Messi, aku tahu kau sedih, tapi tenang saja. Copa America sudah di depan mata, kita akan memenangkannya sebelum pensiun.” Messi hanya tersenyum tipis dan menjawab, “Sampai jumpa di tim nasional. Kita harus memenangkannya. Aku percaya padamu. Aku tak punya banyak waktu lagi di sini. Aku ingin melakukan sesuatu untuk Argentina.”
Saat itu, harapan mereka nyaris nol, tetapi tekad dan kepercayaan diri mereka 100%. Baik Messi maupun Di Maria hampir meninggalkan tim nasional, tak menyangka bahwa dalam waktu singkat mereka akan memenangkan dua Copa America dan satu Piala Dunia.
Messi sendiri mengakui bahwa dia hanya menginginkan satu gelar bersama Argentina. Ia bahkan sempat yakin bahwa Piala Dunia bukan untuknya, terutama setelah kegagalan di final 2014. Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan. Ketika akhirnya mereka meraih semuanya, Di Maria berkata kepadanya, “Ini adalah keadilan sepak bola. Kau pantas mendapatkan lebih karena kau adalah simbol pengorbanan bagi Argentina. Tanpa kau, kami tak akan memenangkan apa pun.”
Kini, mereka berdua pensiun dari tim nasional dengan hati yang puas. Sebuah akhir yang indah—mungkin yang paling indah dalam sejarah sepak bola.
Angel Di Maria sudah memutuskan pensiun sejak Juli 2024 lalu. Namun seremoni perpisahannya baru digelar di Estadio Monumental di Buenos Aires, Argentina, pada hari Jumat (6/9/2024).
Tepatnya setelah Argentina berduel lawan Chile di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL. Saat itu tim Tango menang 3-0.
Sayangnya Lionel Messi tak bisa hadir di seremoni tersebut. Sebab ia masih menjalani masa pemulihan cederanya di Florida, Amerika Serikat.
Namun Messi sempat merekam video untuk seremoni tersebut. Di Maria pun tampak meneteskan air mata ketika video dari La Pulga itu diputar di layar besar yang ada di stadion. (Kompilasi berbagai sumber)









