Emiliano Martinez bergabung dengan akademi Arsenal pada 2010 dan menghabiskan sepuluh tahun di klub London Utara itu. Namun, ia hanya mendapatkan 38 kesempatan tampil untuk tim utama dan sempat dipinjamkan ke enam klub berbeda.
“Kamu selalu bisa melihat kemampuannya, tapi dia memiliki terlalu banyak energi di Arsenal,” kata Petr Cech kepada Amazon Prime.
Ia menambahkan bahwa Martinez baru benar-benar berkembang setelah menemukan cara untuk mengarahkan energinya secara tepat.
“Baru setelah dia menemukan cara untuk mengarahkan energinya ke satu arah, dia benar-benar berkembang dan naik ke level berikutnya,” jelas Cech.
Setelah bergabung dengan Aston Villa seharga £20 juta, Martinez langsung menunjukkan kualitasnya. Ia menjadi salah satu kiper terbaik di Premier League dan membantu Villa meraih tempat di Liga Champions.
Bagi timnas Argentina, Martinez bahkan lebih bersinar. Ia memenangkan Piala Dunia 2022, dua Copa America, dan meraih penghargaan Kiper Terbaik FIFA dua kali.
“Dia besar, kuat, cepat, bagus dalam mengontrol bola. Dia punya segalanya,” puji Jussi Jaaskelainen kepada Ladbrokes.
“Saya sangat menyukainya. Dia agresif saat dibutuhkan dan sangat berwibawa di kotak penalti,” tambah mantan kiper Bolton dan West Ham itu.
Martinez adalah contoh nyata bagaimana kesabaran dan kerja keras bisa membuahkan hasil. Sebelum bergabung dengan Aston Villa, ia hanya tampil kurang dari 20 kali untuk tim utama dan sempat dipinjamkan ke enam klub berbeda.
“Dia pelajaran bagus untuk pemain muda. Sebelum ke Aston Villa, dia belum pernah bermain lebih dari 20 kali untuk satu tim dan sempat dipinjamkan ke enam klub,” kata Jaaskelainen.
“Dia membuktikan bahwa kerja keras dan kesabaran bisa membawa kesuksesan besar,” tambahnya. (Info Bola)








