RADARNTT, Jakarta – Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) kembali memberikan apresiasi terhadap prestasi intelektual anak bangsa di panggung internasional.
Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), dianugerahi Rekor Dunia LEPRID atas prestasinya sebagai Insan Indonesia Pertama yang Meluncurkan Dua Buku, ‘Dua Tahun Saujana Bhakti Taruna Ikrar’ dan ‘Neuroleadership’, di Atas Kereta Cepat Beijing–Jinan, Republik Rakyat Tiongkok.
Peluncuran dua buku tersebut dilaksanakan di atas kereta cepat rute Beijing–Jinan, Republik Rakyat Tiongkok, yang menjadi salah satu simbol kemajuan teknologi dan transportasi modern Tiongkok pada Senin, 12 Oktober 2026.
Prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan karya intelektual seorang akademisi dan pejabat negara, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi intelektual Indonesia di tingkat internasional.
Apresiasi LEPRID
Pendiri dan Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka, S.H., menyampaikan bahwa pencapaian Prof. Taruna Ikrar memiliki nilai simbolik yang kuat.
“LEPRID dengan bangga memberikan penghargaan Rekor Dunia kepada Prof. Dr. Taruna Ikrar. Ini bukan sekadar peluncuran buku, tetapi merupakan bentuk soft power Indonesia melalui karya intelektual,” ujar Pangka.
“Peluncuran dua buku mengenai pengabdian dan kepemimpinan berbasis neurosains di atas kereta cepat Beijing–Jinan yang melaju dengan kecepatan tinggi menjadi simbol bahwa pemikiran dan karya anak bangsa Indonesia mampu bergerak cepat, maju, dan melampaui batas,” lanjutnya.
Menurut Paulus Pangka, karya tersebut juga menunjukkan bahwa insan Indonesia yang berkarya di bidang pemerintahan, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan kepemimpinan mampu tampil di ruang global.
Pernyataan Prof. Dr. Taruna Ikrar
Prof. Dr. Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan LEPRID.
“Terima kasih kepada LEPRID atas penghargaan ini. Saya memilih kereta cepat Beijing–Jinan karena kereta tersebut melambangkan kecepatan, ketepatan, dan masa depan,” ucapnya.
“Buku ‘Dua Tahun Saujana Bhakti’ merupakan pertanggungjawaban moral saya kepada bangsa, sementara ‘Neuroleadership’ merupakan kontribusi saya untuk membangun kepemimpinan Indonesia yang berbasis pada ilmu pengetahuan, otak, dan hati,” sambung Prof. Dr. Taruna Ikrar.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bahwa karya intelektual Indonesia mampu hadir dan mendapatkan apresiasi di tingkat dunia.
Anugerah LEPRID
Atas prestasi tersebut, LEPRID menganugerahkan kepada Prof. Dr. Taruna Ikrar:
- Piagam Rekor Dunia LEPRID;
- Piala Kehormatan LEPRID; dan
- Medali Emas LEPRID.
LEPRID berharap pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya, menulis, melakukan inovasi, dan membawa gagasan Indonesia ke panggung dunia. (TIM/RN)







