Prabowo Copot 5 Menteri dan Bentuk 1 Menteri Baru

oleh -897 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Jakarta – Mendapat kritik dan protes keras publik atas kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang belum genap setahun. Presiden Prabowo kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih untuk kedua kalinya dengan mencopot lima menteri dan membentuk satu kementerian baru.

Lima kementerian yang di-reshuffle yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Presiden Prabowo Subianto telah melantik empat menteri dan satu wakil menteri hasil perombakan atau reshuffle kabinet kedua di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025) sore.

Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI. Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi.

Selain itu, adapula kementerian baru di Kabinet Merah Putih yakni Kementerian Haji dan Umroh. Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umroh.

Pengganti Menteri Koordinator Politik dan Keamananan Budi Gunawan, belum ditunjuk Presiden Prabowo.

“Sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Senin (8/9/2025).

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Suparno meyakini perombakan menteri yang dilakukan Prabowo demi kebutuhan kabinet ke depan.

“Tentu reshuffle kabinet itu adalah hak prerogatif presiden. Dan kami yakini Bapak Presiden paling paham, paling mengetahui kebutuhan dari kabinetnya, sehingga reshuffle tersebut berdasarkan pandangan atas kebutuhan kabinet ke depannya,” kata Eddy Suparno, Selasa (9/9/2025) pagi.

Eddy juga yakin Prabowo telah melakukan evaluasi sebelum melakukan reshuffle. Dia menilai, evaluasi menjadi acuan adanya pergantian menteri.

“Sebagai mana disampaikan oleh Mensesneg, bahwa Pak Prabowo selalu melakukan evaluasi terhadap menteri-menterinya di kabinet, jadi saya kira itu acuannya,” tuturnya. Kompilasi berbagai sumber

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.