Lembata Punya Banyak Orang Hebat yang Menyebar Hingga Manca Negara

oleh -147 Dilihat
Anggota DPR RI dan sesepuh Lembata di Papua H. Sulaeman L Hamzah (kedua dari kiri) bersama (dari kiri) Petrus Bala Pattyona, Pastor Bernardus Boli Ujan, Suzy Langotukan, dan Norman Syaril Ladopurap usai Misa dan acara syukuran HUT ke-27 Otonomi Lembata Tahun 2026 di Wisma Kemiri KWI, Jakarta, Minggu (11/10). (Foto: Istimewa)
banner 468x60

RADARNTT, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan sesepuh masyarakat Lembata di tanah Papua H. Sulaeman L Hamzah mengatakan, Lembata merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang menyimpan banyak orang hebat di berbagai bidang profesi yang menyebar hingga manca negara.

Sumber daya manusia (SDM) potensial ini tidak hanya mengabdi di kampung halaman, lewotana, leu awuq, di luar daerah, nasional hingga manca negara. Mereka datang dari berbagai bidang tugas seperti instansi pemerintah, swasta, guru, dosen, buruh, profesional, peneliti, pengusaha, penulis, wartawan hingga di bidang sosial-keagamaan.

“Lembata menyimpan banyak orang potensial yang bisa saling mendukung dalam memajukan kampung halaman, lewotana, leu awuq. Potensi SDM ini tidak hanya menyebar di Lembata dan Nusa Tenggara Timur tetapi juga mancanegara. Ini midal sosial kita sebagai putra-putri Lembata,” ujar H. Sulaeman Hamzah usai acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Otonomi Lembata 2026 di Wisma Kemiri KWI, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

Sulaeman Hamzah, salah seorang sesepuh di tanah Papua di balik layar lahirnya Lembata menjadi daerah otonom baru (DOB) lepas dari induknya, Kabupaten Flores Timur tahun 1999. Sukses tersebut merupakan proses perjuangan panjang para tokoh lintas profesi yang melahirkan Statemen Tujuh Maret tahun 1954.

“Pada peringatan HUT ke-27 Otonomi Lembata tahun ini, kita semua memanjatkan puji dan syukur atas penyertaan Allah dalam seluruh kerja keras para tokoh Lembata seperti Bapak Petrus Gute Betekeneng, Stanis Lela Tufan, Bapak Mas Abdul Salam Sarabiti, Bapak Tuang Ambarak Bajaher, dan tokoh-tokoh saat itu sehingga proses panjang yang mereka rintis kita lanjutkan hingga wujudkan Lembata menjadi kabupaten definitif tahun 1999,” kata Sulaeman Hamzah.

Sedangkan Pastor Dr Bernardus Boli Ujan, SVD saat memimpin Misa mengajak umat untuk mengungkapkan rasa syukur atas berkat dan rahmat Tuhan sehingga Lembata memasuki usia otonomi ke 27 tahun 2026. Proses panjang Lembata menjadi daerah otonom diakuinya merupakan buah doa dan kerja keras para tokoh pejuang lalu dituntaskan oleh generasi berikutnya.

“Saya mengajak kita semua memanjatkan doa dan syukur kita kepada Tuhan karena atas kasih-Nya, Lembata boleh merayakan HUT ke-27 tahun 2026. Perayaan syukur ini sekaligus menjadi momentum merefleksikan perjalanan daerah dan kerja keras pemerintah daerah, masyarakat, dan semua putra-putri Lembata di mana saja berada untuk ambil bagian dengan caranya masing-masing bersama pemerintah daerah memajukan lewotana, leu awuq tercinta,” kata Pastor Boli Ujan, imam kelahiran Udak, Nubatukan, Lembata.

Menurut Pastor Boli Ujan, selama 27 tahun menjadi kabupaten definitif banyak kemajuan sudah dicapai. Namun, di saat bersamaan masih banyak yang terus dibenahi dengan kemampuan APBD, dukungan, dan kerja sama semua putra-putri Lembata di mana saja berada. Komunikasi yang produktif antar pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan (stakeholder) merupakab aspek yang sangat penting.

“Lembata membutuhkan kerja sama semua anak tanah, baik di kampung halaman maupun yang berada di rantau. Komunikasi antara pemerintah daerah dan anak-anak Lembata di daerah maupun di tanah rantau merupakan aspek penting yang mesti menjadi perhatian. Kita semua punya kewajiban dan tanggung jawab besar memajukan tanah kelahiran,” kata Pastor Boli Ujan, dosen Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Maumere, Flores.

Sementara itu, praktisi hukum Petrus Bala Pattyona, SH, MH mengatakan, peringatan HUT ke-27 Otonomi Lembata 2026 merupakan buah kerja keras yang dimulai para tokoh Lembata melalui Statemen Tujuh Maret Tahun 1954. Perjuangan Panjang itu kemudian diteruskan para tokoh baik di lingkup birokrasi, politisi, guru, dan masyarakat luas melalui komunikasi produktif di tingkat lokal hingga ke pemerintah pusat.

“Kita semua bersyukur kepada Tuhan. Perjuangan panjang para tokoh dan perintis kemudian dilanjutkan putra-putri Lembata membuahkan hasil menggembirakan. Setelah moratorium daerah otonom baru dibuka pemerintah pusat, jalan lapang terbuka dan Lembata resmi menjadi daerah otonom baru. Saat ini tugas pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen bahu-membahu melanjutkan kerja keras dan komunikasi produktif dengan pemerintah provinsi dan pusat sehingga Lembata semakin maju,” kata Bala Pattyona.

Aktivis perempuan Suzy Langotukan menambahkan, ia merasa bersyukur perjuangan para perintis kemudian dilanjutkan membuahkan hasil menggembirakan. Lembata sukses menjadi daerah otonom agar mengurus diri sendiri berpijak sumber daya alam (SDA) yang dimiliki.

“Saat ini kita semua punya pekerjaan rumah tambahan untuk melanjutkan hasil perjuangan para pendiri. Kita semua anak Lembata punya tanggung jawab besar bersama pemerintah daerah memajukan tanah leluhur kita dengan potensi masing-masing. Namun, satu aspek penting yaitu komunikasi intensif dan sinergi agar Lembata bergerak cepat sehingga lebih maju dan warganya semakin sejahtera,” kata Suzy, aktivis perempuan yang kini tinggal di Palembang, Sumatera Selatan.

Tokoh muda Lembata Norman Syaril Ladopurap mengaku, sebagai generasi muda ia menyampaikan selamat atas peringatan Otonomi Lembata yang kini memasuki usia 27 tahun. Sukses para para perintis dan pejuang Lembata membawa daerah ini menjadi kabupaten penuh menjadi pelajaran penting.

“Kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah dalam bidang apapun merupakan pelajaran bagi kita generasi muda tanah Lembata. Nilai-nilai ini tentu menjadi warisan bagi kita semua generasi muda. Sekali lagi Selamat Hari Ulang Tahun ke 27 Otonomi Lembata 2026. Semoga peringatan ulang tahun kali ini menjadi awal yang baik kita semua bersinergi memajukan tanah Lembata,” kata Norman. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.