Primaya Hospital Kelapa Gading Perluas Layanan Jantung Modern dengan Ablasi Tanpa Radiasi

oleh -149 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Jakarta – Primaya Hospital Kelapa Gading secara berkelanjutan memperluas layanan Cardiac & Vascular Center dengan menghadirkan teknologi ablasi jantung tanpa radiasi (non-fluoroscopic cardiac ablation), inovasi penanganan gangguan irama jantung (aritmia) menggunakan sistem 3D electro-anatomical mapping tanpa ketergantungan pada paparan X-Ray. Teknologi ini memungkinkan dokter memetakan anatomi dan jalur listrik jantung secara real-time sehingga tindakan dapat dilakukan lebih presisi, minimal invasif, dan lebih aman bagi pasien maupun tenaga medis.

Teknologi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan “Live Case – Hands on Non Fluoroscopic Ablation Course” yang berlangsung Sabtu, 9 Mei 2026 menghadirkan tim dokter spesialis jantung Primaya Hospital Kelapa Gading, yaitu Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA; dr. Budi Ario Tejo, Sp.JP(K), FIHA; dan dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp.JP(K), FIHA. Kegiatan ini dibuka oleh dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang sekaligus perwakilan dari Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) serta berkolaborasi dengan Prof. Yenn-Jiang Lin, MD, PhD, Direktur Departemen Penyakit Dalam Taichung Veterans General Hospital sekaligus Profesor Fakultas Kedokteran National Yang-Ming University, Taiwan.

Dalam sambutannya, dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung program pengembangan kompetensi dan kolaborasi ilmiah seperti ini.

“Perkembangan teknologi penanganan aritmia bergerak sangat cepat, sehingga kolaborasi antar dokter, rumah sakit, dan pakar internasional menjadi penting untuk memperluas pengetahuan serta meningkatkan kualitas layanan bagi pasien di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang sangat baik untuk menghadirkan penanganan aritmia yang semakin aman, presisi, dan berstandar internasional,” ujarnya.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia serta salah satu pengurus Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan bahwa Atrial Fibrilasi (AF) merupakan salah satu gangguan irama jantung yang kini menjadi masalah kesehatan global karena angka kejadiannya yang terus meningkat. Di kawasan Asia Pasifik, diperkirakan terdapat sekitar 50 juta penderita AF, sementara di Indonesia jumlahnya mencapai 3–5 juta orang. Kondisi ini juga sering kali tidak terdeteksi karena sekitar 56 persen pasien AF bersifat asimtomatik, bahkan hampir 60 persen pasien tanpa gejala atau baru mengetahui kondisinya setelah mengalami stroke.

“Keluhan jantung berdebar sering dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Jika keluhan muncul berulang, sebaiknya segera diperiksakan. Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi sangat penting, terutama pada kelompok golden age atau 40–60 tahun,” jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa perkembangan terapi aritmia saat ini terus bergerak menuju pendekatan yang lebih aman dan presisi.

“Teknologi terbaru seperti Non-fluoroscopic Ablation dan Pulse Field Ablation memungkinkan tindakan ablasi dilakukan dengan safety profile yang lebih baik sekaligus mengurangi paparan radiasi bagi pasien maupun tenaga medis. Risiko komplikasi berat pada tindakan ablasi juga sangat rendah, yaitu kurang dari 0,2 persen. Kini, layanan terapi jantung advanced tersebut sudah dapat dilakukan di Primaya Hospital Kelapa Gading,” tambahnya.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua menegaskan bahwa penguatan layanan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung modern yang komprehensif dan berstandar internasional.

Live case ini bukan hanya menunjukkan teknologi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Cardiac & Vascular Center di Primaya Hospital Kelapa Gading telah memiliki  layanan jantung modern paripurna seperti Angioplasti, PCI, CABG, Ablasi. Ke depan kami ingin terus mengembangkan agar masyarakat mendapatkan akses layanan jantung advanced yang lebih aman, presisi, dan terintegrasi tanpa harus ke luar negeri,” tutupnya.

Melalui penguatan layanan ini, Primaya Hospital Group terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan jantung modern yang menghadirkan teknologi medis terkini, keunggulan klinis, serta pendekatan patient-first yang dijalankan dengan ketulusan hati. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.