Mossad Beraksi, Teheran Luluh Lantak: Israel Lancarkan Operasi Terbesar ke Iran

oleh -1295 Dilihat
banner 468x60

TEHERAN – Langit Teheran memerah oleh nyala api dan ledakan ketika Israel melancarkan serangan paling berani dalam sejarah konflik panjangnya dengan Iran. Dalam operasi rahasia yang melibatkan koordinasi intelijen tingkat tinggi, badan intelijen Israel, Mossad, diyakini memainkan peran kunci dalam menyiapkan panggung bagi gelombang serangan udara yang melumpuhkan jantung militer dan nuklir Iran.

Serangan yang dimulai pada 13 Juni 2025 dini hari tadi mengejutkan dunia. Jet-jet tempur F-35I Adir Israel menyelinap ke wilayah udara Iran melalui jalur-jalur yang dilaporkan dibuka oleh serangkaian sabotase elektronik dan serangan siber terhadap sistem radar Iran. Teheran, pusat kekuasaan Republik Islam, diguncang ledakan demi ledakan. Bangunan militer di distrik timur, pusat riset nuklir di barat daya, dan rumah sejumlah tokoh penting diselimuti api.

Sumber-sumber militer menyebutkan, operasi ini merupakan puncak dari kerja intelijen Mossad selama berbulan-bulan, yang diduga telah menyusup jauh ke dalam jaringan pertahanan Iran. Serangan itu menewaskan beberapa figur militer penting, termasuk Mayjen Hossein Salami, Komandan Garda Revolusi Iran, serta ilmuwan nuklir senior Fereydoon Abbasi.

Beberapa saksi mata di Teheran melaporkan kepanikan massal. Sirene terdengar di seluruh penjuru kota. Gedung-gedung tinggi bergetar akibat dentuman. Rumah sakit dikerahkan penuh, sementara pemerintah Iran memutus jaringan internet nasional dan mengumumkan darurat perang.

Iran segera membalas. Ratusan drone bersenjata diluncurkan ke arah Israel, namun sebagian besar berhasil dicegat sistem pertahanan udara Iron Dome dan jaringan radar sekutu Israel di Timur Tengah. Meski begitu, beberapa drone dikabarkan menembus ke wilayah utara Israel dan memicu kebakaran kecil di permukiman penduduk.

Dalam pidato yang disiarkan langsung dari bunker militer, Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Iran “telah melampaui batas,” dan bahwa serangan ini “dilakukan untuk menyelamatkan masa depan umat manusia dari kegelapan nuklir.” Ia memuji kerja Mossad dan menyebut keberhasilan ini sebagai “pukulan paling telak terhadap terorisme negara.”

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam keras serangan ini dan menyatakan bahwa “darah para martir kami akan dibalas dengan kehancuran musuh.” Pemerintah Iran berjanji akan membalas “dengan cara yang belum pernah dibayangkan.”

Sementara itu, komunitas internasional berada dalam posisi genting. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang darurat. Para pemimpin dunia menyerukan de-eskalasi, tetapi tanda-tanda awal justru menunjukkan peningkatan kesiapan militer di seluruh kawasan.

Teheran luluh lantak. Dunia menahan napas. Dan di balik kabut puing dan api, bayang-bayang Mossad kembali menjadi cerita yang menakutkan dari perang bayangan yang kini berubah menjadi konflik terbuka. (Kompilasi berbagai sumber)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.