RADARNTT, Weetebula – Delegatus Kitab Suci Keuskupan se- Regio Nusa Tenggara (Nusra) menyelenggarakan pertemuan tahunan untuk menyiapkan bahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) konteks Regio Nusra di Katikuloku, Pusat Pastoral Keuskupan Weetebula (18-21 April).
Kegiataan ini diikuti oleh para utusan dari delapan Keuskupan Regio Nusra yaitu Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere dan Keuskupan Larantuka, serta Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua dan Keuskupan Weetebula.
Tema BKSN 2024 adalah “Allah Sumber Keadilan”. Tema ini dijabarkan dalam empat subtema untuk empat pertemuan katekese mingguan, yaitu:
1. Minggu Pertama: Allah Menjadi Dasar Pengharapan dalam Kesulitan (Nah 1:1-8).
2. Minggu Kedua: Allah Memulihkan Kemuliaan Manusia (Nah 2:1-2).
3. Minggu Ketiga: Menjadi Manusia yang Benar Supaya Tidak Mengalami Hukuman (Hab 2:1-5).
4. Minggu Keempat: Menjadi Manusia yang Bersukacita karena Allah yang Adil (Hab 3:1-19).
Dalam misa pembukaan, Viken Keuskupan Weetebula, P. Agus Malo Bulu, CSsR, yang memimpin misa mewakili Uskup Weetebula menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan perwujudan upaya Gereja memperkenalkan Sabda Allah kepada umat beriman. Mengutip Santo Hironimus, P. Agus mengatakan, “Siapa tidak mengenal Kitab Suci, tidak mengenal Kristus.” Sambil mengulas bacaan pertama mengenai Filipus yang menerangkan kitab suci kepada sida-sida dari Etiopia, Pater Vikjen mengibaratkan para Delegatus Kitab Suci ini sebagai Filipus-Filipus masa kini yang berusaha menerangkan kitab suci kepada umat.
Ketua Panitia, P. Hendra Resing, CSsR, mnejelaskan keseluruhan rangkaian kegiatan selama 4 hari ini, yaitu laporan kegiatan 2023 dari setiap delegatus keuskupan, penyajian materi BKSN oleh P. Itho Dhogo, SVD, Wakil Ketua Lembaga Biblika Indonesia, sekaligus dosen Kitab Suci di Ledalero, menyusul penyusunan bahan oleh para peserta yang dibagi dalam empat kelompok. Sesudah itu bahan yang telah disusun diplenokan untuk finalisasi.(Tim/RN)







