Sinyal dan Tanda-Tanda Akhir Zaman 

oleh -1379 Dilihat
Ilustrasi
banner 468x60

(Disarikan dari surah Al-Kahfi dalam Al-Quran)

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Quran kepada Muhammad, sebagai kata-kata yang lurus, juga sebagai peringatan akan adanya siksa yang pedih pada hari pembalasan; sekaligus memberi kabar gembira bagi orang-orang beriman yang berbuat baik. Mereka akan berada dalam surga yang kekal, berikut segala kenikmatan di dalamnya.

Al-Quran ini memberi peringatan juga bagi orang-orang yang menganggap Tuhan memiliki anak. Padahal, sama sekali mereka tak memiliki pengetahuan tentang itu, begitu pun nenek moyang mereka. Alangkah buruk persangkaan mereka yang mengada-adakan sesuatu tentang hakikat Tuhan. Maka, tak perlu bersedih hati (Muhammad), atas sikap mereka yang berpaling dari kebenaran. Kami telah sediakan apa-apa yang ada di bumi sebagai perhiasan untuk menguji mereka, siapakah di antara mereka yang lebih baik perbuatannya. Dan Kami akan menguji pula bagaimana sikap mereka ketika bumi dalam keadaan tandus dan kering kerontang.

Perhatikan mengenai para pemuda di dalam gua bersama anjingnya, saat mereka memohon perlindungan Kami. Maka, mereka tertidur dan Kami tutup pendengaran mereka dalam gua itu selama bertahun-tahun. Lalu, Kami bangunkan mereka hingga saling berbeda pendapat tentang berapa lama mereka telah mendiami gua tersebut. Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), bahwa mereka adalah para pemuda yang beriman pada Tuhannya, lalu Kami tambahkan petunjuk bagi mereka. Kami teguhkan pendirian mereka setelah mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi, dan bila kami menyeru tuhan-tuhan lain selain Dia, berarti kami telah membelakangi kebenaran.”

Sedangkan kaum mereka telah menyembah tuhan-tuhan palsu, serta tidak memiliki dasar pengetahuan yang jelas. Dan siapakah orang yang lebih zalim perbuatannya, daripada orang yang mengada-adakan dusta tentang hakikat Tuhan? Maka, mereka mencari tempat menyepi dari kejahatan kaumnya, dan semoga Tuhan melimpahkan rahmat-Nya hingga dimudahkan segala urusan mereka.

Di dalam gua itu, kalian akan melihat matahari terbit dan condong ke arah kanan, dan ketika matahari terbenam, ia akan condong ke sebelah kiri, dan hati kalian dilapangkan di dalamnya. Itulah salah satu tanda-tanda kebesaran Kami. Bagi siapa yang diberi petunjuk maka baginya adalah petunjuk yang benar. Dan bagi siapa yang disesatkan, maka mereka tidak akan mendapat penolong dari siapa pun selain Dia. Dalam tidurnya, Kami bolak-balikkan posisi tubuh mereka ke kanan dan ke kiri, sementara anjingnya membentangkan lengannya di pintu gua. Dan jika ada orang yang melihatnya, dia akan takut lantaran keberadaan anjing itu.

Bertahun-tahun kemudian, Kami bangunkan mereka, hingga salah seorang bertanya keheranan: “Sebenarnya, sudah berapa lama kita berada di sini?” Seketika itu, temannya menjawab, bahwa mereka hanya tidur sehari atau setengah hari saja. Teman lainnya mengatakan bahwa hanya Tuhan Yang Tahu berapa lama mereka tertidur. Maka, salah seorang pergi ke kota sambil membawa uang perak, dan dia pun mencari makanan terbaik untuk teman-temannya. Dan hendaknya bersikap lembut dan santun kepada orang-orang di pasar, dan jangan menceritakan keadaan mereka di dalam gua. Sebab, jika mereka mengetahui tempat persembunyian itu, orang-orang akan melempari mereka dengan batu, atau memaksa mereka agar kembali kepada agama mereka. Dan Kami ceritakan keadaan mereka, agar manusia menyadari, bahwa janji Allah itu benar; serta agar mereka tidak ragu akan adanya hari kebangkitan, sampai kemudian para penguasa mendirikan tempat ibadah di atas gua itu.

Peristiwa itu menimbulkan banyak orang berbeda pendapat, bahwa jumlah mreka hanya tiga orang, dan yang keempat adalah anjingnya. Yang lain mengatakan, jumlah mereka adalah lima, sedangkan yang keenam adalah anjingnya. Mereka hanya menebak-nebak tentang sesuatu yang gaib, bahkan ada juga yang mengatakan, bahwa jumlah mereka tujuh, sementara yang kedelapan adalah anjingnya. Karena itu, katakan (Muhammad) bahwa hanya Tuhan Yang Tahu kebenarannya secara pasti. Tak perlu kalian berdebat soal itu, karena kebanyakan manusia hanya tahu di permukaannya saja.

Dan jangan engkau (Muhammad) menjanjikan sesuatu kepada siapa pun, bahwa kau akan menjelaskan cerita itu besok pagi, kecuali dengan mengatakan, “Kalau Allah mengizinkan” (Insya Allah). Dan ingatlah akan Tuhanmu jika engkau lupa, dan katakanlah: “Semoga Tuhanku memberi petunjuk, agar kata-kataku lebih mendekati kebenaran.”

Yang benar adalah: para pemuda itu tinggal di gua selama tigaratus tahun, ditambah sembilan tahun. Katakanlah, hanya Allah Yang Tahu segala sesuatu yang tersembunyi di langit maupun di bumi. Amat jelas penglihatan-Nya, sangat tajam pendengaran-Nya, dan tidak ada pelindung selain Dia; serta tidak ada sekutu dalam menetapkan keputusan-Nya. Karena itu, sampaikan apa-apa yang diwahyukan kepadamu (Muhammad). Tak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya (Al-Quran), dan tak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada-Nya.

Maka, bersabarlah bersama orang-orang yang menyeru jalan Tuhan di pagi dan sore hari, sambil mengharap keridhoan-Nya, dan janganlah engkau tergiur dengan iming-iming perhiasan duniawi; jangan menuruti mereka yang hatinya lalai dari mengingat Tuhan; serta menuruti hawa nafsunya tanpa batas. Untuk itu, katakan (Muhammad) bahwa kebenaran itu hanya datang dari Tuhan kalian, bagi siapa yang beriman hendaknya dia beriman, dan bagi siapa yang kafir biarlah dia kafir. Dan Tuhan menyediakan api neraka bagi orang-orang zalim, serta akan diberi minum dari air mendidih; sebagai minuman panas di tempat istirahat yang buruk. Sedangkan, bagi mereka yang beriman dan berbuat baik, sungguh Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala kebaikan. Mereka itulah yang akan menikmati Surga Eden, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dengan segala perhiasan dan pakaian dari sutera halus dan tebal, dan mereka duduk bersandar di atas dipan-dipan yang indah, sebagai tempat peristirahatan yang baik.

Lalu, ceritakan pada mereka (Muhammad) tentang dua orang pemilik kebun. Yang satu beriman dan satunya lagi ingkar. Kebun milik si ingkar dibiarkan tumbuh dengan subur, sehingga ia mengatakan kepada temannya, bahwa kebun miliknya sangat melimpah, dan ia pasti akan memiliki harta yang banyak. Lalu, dengan angkuhnya ia memastikan bahwa tak ada kekuatan apa pun yang dapat mengganggu kekayaannya. Sampai kemudian, sang teman memperingatkan agar ia bersikap rendah-hati, bahwa hanya Allah yang memberi pertolongan bagi siapa pun yang dikehendaki oleh-Nya.

Tak lama kemudian, badai-badai petir dan topan datang menghancurkan kebun-kebun subur itu, dan dalam sekejap harta-hartanya luluh-lantak dibinasakan, sampai kemudian ia menyesal sejadi-jadinya: “Kenapa dulu aku menyekutukan Tuhan dengan kekuatan nisbi yang selain-Nya?”

Perumpamaan kehidupan dunia ini, bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit, kemudian dapat menyuburkan tanaman, namun setelah itu menjadi kering diterbangkan oleh angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sedangkan, harta dan anak-anak hanyalah perhiasan kehidupan duniawi, tetapi berbuat baik secara terus-menerus, harus dijadikan harapan terbaik. Dan ingatlah pada hari kebangkitan, ketika semuanya akan dikumpulkan menghadap Tuhan, lalu mereka akan ditampakkan kitab-kitab yang memberitakan amal perbuatan mereka di dunia, hingga sebagian memprotes: “Catatan apakah ini, yang menjelaskan semua perbuatan kita secara terperinci, bahkan sampai pada hal yang sekecil-kecilnya?”

Dan ingatlah, ketika Kami memerintahkan malaikat agar bersujud kepada Adam. Maka, mereka semuanya bersujud, kecuali Iblis dari golongan jin; dia mendurhakai perintah Tuhannya. Lalu, pantaskah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku? Sangat buruk perbuatan Iblis yang menggantikan kedudukan Allah bagi orang-orang zalim. Padahal, Aku tidak menghadirkan mereka saat penciptaan langit dan bumi; bahkan mereka tak tahu saat penciptaan diri mereka sendiri. Aku takkan menjadikan orang yang menyesatkan sebagai penolong, dan mereka tak dapat memanggil sekutu-sekutu mereka di akhirat nanti.

Sungguh Kami telah menjelaskan hal ini berulang-ulang dengan berbagai metafora dan perumpamaan, tetapi banyak di antara manusia yang membantah; dan Kami telah mengutus para Rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, tetapi banyak di antara orang-orang kafir yang menentang dan ingin melenyapkan kata-kata kebenaran. Bahkan, mereka menjadikan ayat-ayat Kami sebagai guyonan dan olok-olok. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang diberi peringatan lalu menentang kebenaran; hingga Kami menjadikan hati mereka tertutup hingga sulit memahami ayat-ayat Kami. Meskipun engkau (Muhammad) menyeru mereka ke jalan petunjuk, tetaplah mereka takkan mendapat petunjuk sampai kapan pun.

Sungguh, Tuhan Maha Pengampun dan Penyayang, dan jika Dia hendak menyegerakan siksa bagi mereka yang ingkar, maka datanglah siksaan itu. Tetapi, bagi mereka disediakan waktu, meskipun mereka sulit mencari pelindung selain dari Aku. Dan untuk penduduk suatu negeri yang zalim, telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kehancuran dan kebinasaan mereka.

Lalu, kisah selanjutnya, ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku takkan berhenti berjalan sampai berjumpa dua laut, biarpun sampai bertahun-tahun.” Maka, ketika mereka sampai di suatu tempat, ikan perbekalannya melompat ke arah laut, sehingga mereka lupa akan perbekalan itu. Lalu, Musa kembali menuju tempat di mana ikannya menghilang tadi. Di situlah, mereka berjumpa dengan seorang hamba yang dirahmati Allah (Khidir), hingga Musa pun berguru kepadanya agar mendapat petunjuk, tetapi lelaki itu justru menjawab: “Musa, engkau tak mungkin bersabar untuk mengikuti aku.” Musa pun berjanji bahwa ia akan bersikap sabar, lalu dijanjikan agar tidak menanyakan apa pun, sampai hamba Tuhan itu menerangkan duduk perkaranya.

Maka, berjalanlah keduanya, hingga setelah diberi tumpangan perahu, kemudian perahu itu dirusak dan dilubangi oleh Khidir, seketika itu Musa pun marah: “Kenapa kau rusak perahu itu? Bukankah nanti akan menenggelamkan penumpangnya?” Lalu, lelaki itu pun menoleh dengan kesal, “Bukankah tadi sudah berjanji agar tidak menanyakan apa pun kepadaku?”

Lalu, keduanya kembali melangkah, hingga berjumpa dengan seorang remaja, sampai kemudian lelaki itu tiba-tiba membunuhnya. Musa pun berteriak dan naik pitam: “Apa kesalahan dia? Kenapa kau membunuh orang yang tak berdosa? Bukankah itu perbuatan jahat?” Lalu, lelaki itu pun kembali memperingatkan: “Bukankah tadi sudah kubilang, bahwa kau tidak akan sabar mengikuti aku?”

Maka, Musa pun kembali meminta maaf, dan mereka melanjutkan perjalanan, hingga sampai di suatu perkampungan, di mana penduduknya bakhil dan pelit, tak mau memberi suguhan apa pun setalah mereka letih berjalan kaki. Lalu, hamba Tuhan itu melihat gubuk yang reot, kemudian mengajak Musa untuk membenahi dan mendirikan kembali gubuk itu, hingga Musa pun menggerutu: “Kalau kau mau, seharusnya kau mendapat imbalan dari kerja keras ini.”

Lelaki itu berkata tegas: “Inilah perpisahan antara kita, karena kau memang tak sanggup untuk bersabar mengikuti aku. Sekarang, akan kujelaskan segala persoalan yang kau tanyakan tentang tiga perkara tadi. Pertama, perahu tadi kepunyaan seorang nelayan yang miskin. Jika saat itu dia berangkat, di ujung lautan sana sedang menunggu seorang perampok yang akan merampas perahunya. Kedua, sengaja aku membunuh remaja itu, karena nanti dia akan membawa malapetaka, serta membawa orang tuanya pada kekafiran; dan Tuhan akan menggantikan dia dengan anak lain yang penurut, serta menyayangi kedua orang tuanya. Dan yang ketiga, gubuk reot itu milik dua anak yatim, yang di bawahnya tersimpan harta karun peninggalan orang tuanya. Ayahnya seorang yang saleh, dan Tuhan menghendaki agar kedua anak itu dewasa hingga layak menafkahkan harta yang disimpan di dalamnya. Dan segala hal yang kuketahui dan kuputuskan tadi, bukanlah atas kemauanku pribadi, tetapi semata-mata hanya kehendak Allah. Itulah keterangan terhadap ketiga hal yang membuat kau (Musa) tidak akan sabar mengikuti aku.

Mereka juga bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Sampaikan kisahnya pada mereka, bahwa Zulkarnain itu adalah hamba Allah yang memiliki kedudukan tersendiri. Dan Kami memerintahkan dia untuk memberi hukuman terhadap suatu penduduk yang zalim dan tak beriman. Kemudian, dia dan tentaranya terus melakukan penaklukan, hingga sampai di antara dua gunung, kemudian berjumpa suatu kelompok masyarakat yang meminta tolong dari kejahatan Yakjuj dan Makjuj. Zullarnain tidak mengambil imbalan yang ditawarkan mereka, kecuali bantuan swadaya untuk membuat dinding penghalang antara masyarakat setempat dengan wilayah teritorial Yakjuj dan Makjuj. Maka, dinding raksasa yang terbuat dari besi-besi dan tembaga itu pun didirikan, hingga mereka tak sanggup untuk mendaki dan menembusnya.

Lalu, Zulkarnain memperingatkan mereka, bahwa bangunan tembok itu berdiri karena kehendak dan rahmat Allah, sampai pada waktu tertentu. Tetapi, pada saatnya nanti, tembok raksasa itu akan roboh juga. Dan itulah janji Allah yang pasti akan terjadi. Setelah itu, gerombolan Yakjuj dan Makjuj akan menyerbu dan berbaur di permukaan bumi, hingga sangkakala ditiup dan Kami akan mengumpulkan mereka semuanya.

Pada saat itu, kami sediakan neraka Jahannam bagi orang-orang yang hatinya tertutup, dan tak pernah mempedulikan tanda-tanda kebesaran Tuhan. Mengapa mereka sibuk menjadikan makhluk Tuhan sebagai penolong bagi hidup mereka? Karena itu, katakan (Muhammad): “Siapakah orang yang akan menyesal dan merasa rugi karena amal-amalnya? Dialah yang mengira telah melakukan kebaikan, padahal amalnya itu sia-sia, karena pada hakikatnya, dia telah mengingkari kebenaran; serta tak percaya akan datangnya saat perjumpaan dengan Tuhannya. Karena itu, baginya adalah neraka Jahannam, karena telah menjadikan rasul dan kitabnya sebagai guyonan dan olok-olok. Sedangkan, mereka yang beriman dan berbuat baik, bagi mereka Surga Firdaus sebagai tempat abadi, yang membuat mereka merasa betah dan nyaman di dalamnya.

Maka, katakanlah (Muhammad): “Seandainya lautan dijadikan tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhan, habislah lautan itu sebelum selesai menuliskan kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami tambahkan ;agi sebanyak itu.” Lalu, katakan lagi (Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya manusia biasa seperti kalian yang telah menerima wahyu Tuhan, bahwa sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa.”

Karena itu, bagi siapa yang ingin berjumpa dengan Tuhannya, hendaklah ia berbuat baik di dunia, dan jangan sampai menyekutukan Tuhan dengan suatu apa pun, saat beribadah di hadapan-Nya. (*)

Oleh: Wawan Sanpala

Penulis adalah Praktisi dakwah dan pengamat sosial kemasyarakatan, juga pengurus pusat Santri Pencinta Alam (Sanpala), dan berdomisili di Kota Bandung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.