RADARNTT, Lewoleba – Uskup Keuskupan Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr melantik Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Lembata sebagai wadah pemersatu yang terus berbenah dan menata organisasi.
Pelantikan pengurus dilaksanakan di Gereja Sta. Maria Baneux Lewoleba pada Minggu, 1 Juni 2025 melalui perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung dan didampingi oleh Ketua Kerawam RD. Thomas Darang Labina, Sekretaris Keuskupan RD. Fransiskus Kwaelaga, Romo Deken Lembata RD. Philipus Sinyo Da Gomes dan RD. Blasius Masang Kleden selaku Pastor Paroki sekaligus Pastor Moderator Pemuda Katolik Komcab Lembata.
Agenda pelantikan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Nusa Tenggara Timur, Yuvensius Tukung dan mantan Ketua KOMDA Pemuda Katolik NTT, Marsel Tupen Masan.
Dalam Kotbah Mgr. Fransiskus Kopong Kung menyampaikan bahwa jika dilihat dari posisi duduk hari ini, Pengurus Pemuda Katolik mengambil posisi bangku deretan paling tengah dan ini sangat pas. Artinya Pemuda Katolik hadir sebagai penghubung, Pemuda Katolik untuk mempertemukan semua kutub, kutub timur barat dan kutub Utara Selatan di Lembata ini.
“Pemuda Katolik mempersatukan dan harus terus membangun kesatuan. Semangat persatuan dan kesatuan sangat penting serta dibutuhkan untuk kemajuan Gereja dan Tanah Air,” ujarnya.
Selain itu, kata Uskup, proses kaderisasi menjadi sangat penting sebab peralihan dari generasi tua ke generasi muda akan berlangsung cepat dan Pemuda Katolik harus mempersiapkan diri untuk menyonsong itu.
“Sebagai organisasi masyarakat, Pemuda Katolik juga harus fokus pada kaderisasi sehingga diharapkan banyak anak NTT tumbuh untuk menjadi kader Gereja dan Tanah Air. Sebagai kader berarti menghidupkan semangat rela berkorban,” tegas Uskup.
Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komcab Lembata, Gaspar Sio Apelaby menyampaikan komitmennya untuk memperkuat eksistensi Pemuda Katolik Lembata melalui konsolidasi sampai di tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Lembata dengan tidak mengesampingkan pendekatan parokial.
“Selain itu, kita akan fokus pada pembentukan kader Pemuda Katolik yang militan. Menurut Anggota DPRD Lembata asal Fraksi PAN itu, perluasan dan penguatan infrastruktur organisasi sebagai modal untuk membangun sinergi baik dengan pemerintah maupun dengan gereja,” kata Apelaby.
“Kami akan terbuka kepada siapa saja yang hendak bergabung dalam organisasi Pemuda Katolik ini karena ini adalah milik semua. Kami juga tentu tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari semua pihak. Kami sangat memerlukan dukungan dari semua pihak secara khusus dukungan hirarki gereja dan segenap umat,” tegasnya.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Nusa Tenggara Timur, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Bapa Uskup Mgr. Fransiskus Kopong Kung terhadap eksistensi Pemuda Katolik baik di Lembata maupun di Flores Timur.
“Beliau sangat mendukung penuh kita dan ini sangat lengkap baik Bapa Uskup sendiri, Ketua Kerawam, Romo Sekretaris Keuskupan, Romo Dekenat dan juga Pastor Paroki,” ujar Yuvensius Tukung.
Untuk itu, Pemuda Katolik Komcab Lembata tidak ada alasan untuk ragu-ragu dalam bergerak mengemban amanah dalam membangun Pemuda Katolik.
“Namun saya sangat yakin, teman-teman hadir sebagai pengurus bukan karena kepintaran yang dimiliki dan bukan juga karena kehebatan tetapi karena ada keterpanggilan hati nurani dan mau belajar untuk berkorban dan berdedikasi,” tegasnya.
Dalam peristiwa penting ini, lanjut Yuven Tukung, “baiknya kita meminjam pemikiran tajam dari tokoh pemikir dan investor asal Amerika Serikat, Robert Rosenkranz yang lebih menekankan bahwa pemimpin sejati menginspirasikan dengan contoh dan bukan dengan perintah,” ujarnya.
Rosenkranz menekankan kekuatan pemimpin yang autentik, kekuatan pemimpin sejati tidak terletak pada kuasa atau jabatan yang diduduki melainkan pada prilaku yang ia tunjukkan sehari-hari. Tindakan lebih membekas dari pada kata- kata.
“Hal ini nampak jelas dalam berbagai organisasi besar di dunia dimana pemimpin akan dihormati dan selalu dikenang bukanlah mereka yang memerintah dari balik meja melainkan mereka yang turun langsung dan bersama-sama bekerja dalam tim dan menunjukkan komitmen melalui tindakan,” pungkas Yuvensius Tukung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali yang turut hadir dalam acara Pelantikan dan sekaligus membuka dengan resmi kegiatan Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB), atas nama pemerintah menyampaikan proficiat atas pelantikan pengurus dan terlaksananya Rapat Kerja Cabang Pemuda Katolik Komisariat Cabang Lembata.
Tapobali menegaskan, pembangunan Lembata memerlukan peran semua pihak termasuk Pemuda Katolik sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda.
“Kami mengajak untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk memajukan daerah ini,” ucap Tapobali.
Selain itu, kata dia, Pemuda Katolik diharapkan menjadi organisasi yang inklusif atau membuka diri terhadap semua elemen. Tidak boleh tampil eksklusif sehingga semakin membawakan dampak pada pembangunan dan masyarakat Lembata.
“Semoga rapat kerja cabang ini menghasilkan keputusan yang baik untuk kita bisa bersinergi dan berkolaborasi”, tandas mantan PJ. Bupati Lembata itu.
Pemuda Katolik Komcab Lembata memasuki babak baru, sebagai organisasi masyarakat yang berkomitmen untuk berkontribusi dalam membangun gereja dan tanah air, Pemuda Katolik Komcab Lembata berbenah dan terus menata. Hal ini nampak dalam rangkaian kegiatan pelantikan pengurus Pemuda Katolik Komcab Lembata dan dilanjutkan RAKERCAB. (TIM/RN)







