RADARNTT, Ende – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga Desa Waturaka dan sejumlah kampung di sekitarnya. Sebanyak 50 paket sembako disalurkan kepada masyarakat, termasuk warga yang terdampak gempa Flores M 7,7.
Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Semua Murid Semua Guru (SMSG) dan Kitabisa, yang dalam proses distribusinya melibatkan Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Ende bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Hati Tersuci Santa Perawan Maria (HTSPM) Moni.
Penyaluran bantuan menjangkau warga di Desa Waturaka serta Kampung Liasembe, Manukako, Nuabaru, Kopobhobe, Woloki, Koposenda, Nuaone dan Woloara. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga yang merasakan dampak dari bencana gempa Flores.
Wilfridus Kado, perwakilan KGBN Kabupaten Ende sekaligus Ketua OMK HTSPM Moni, menyampaikan apresiasi kepada SMSG dan Kitabisa yang telah memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada SMSG dan Kitabisa yang telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi warga yang terdampak gempa Flores M 7,7. Kami dari KGBN Kabupaten Ende bersama OMK HTSPM Moni membantu mendistribusikan bantuan agar dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wilfridus.
Menurut Wilfridus, bantuan tersebut bukan semata-mata mengenai jumlah paket sembako yang diberikan, tetapi juga merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Sebanyak 50 paket sembako ini kami distribusikan kepada warga di Waturaka dan kampung-kampung sekitarnya, yakni Liasembe, Manukako, Nuabaru, Kopobhobe, Woloki, Koposenda, Nuaone dan Woloara. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat dan memberikan kekuatan serta semangat bagi keluarga yang terdampak,” bebernya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian dapat hadir melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami percaya bahwa dalam situasi bencana, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kehadiran dan kepedulian. Ketika SMSG, Kitabisa, komunitas guru, OMK, dan masyarakat bergandengan tangan, kita dapat memberikan dukungan yang lebih berarti kepada mereka yang membutuhkan,” tambah Wilfridus.
Penyaluran bantuan juga melibatkan semangat gotong royong dari masyarakat setempat. Para pemuda OMK HTSPM Moni bersama komunitas guru turut membantu proses distribusi sehingga paket bantuan dapat diterima oleh warga di sejumlah wilayah sasaran.
Bagi masyarakat yang terdampak bencana, bantuan kebutuhan pokok menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat berarti. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan pesan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.
Kolaborasi SMSG, Kitabisa, Komunitas Guru Belajar Kabupaten Ende, dan OMK HTSPM Moni menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan. Dari ruang pendidikan dan komunitas, kepedulian bergerak menuju masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Semangat berbagi dan gotong royong diharapkan terus tumbuh sehingga bantuan dan kepedulian dapat menjangkau lebih banyak warga terdampak bencana di Flores. (TIM/RN)







