Reses Bersama Komunitas Nelayan Lembata, Alex Ofong Tekankan Lestarikan Ekosistem Laut dan Pesisir

oleh -234 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Lewoleba – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai NasDem Alexander Take Ofong menekankan pentingnya menjaga kelestarian eksosistem laut dan pesisir terutama terumbu karang, lamun dan mangrove untuk keberlanjutan kehidupan biota laut sebagai sumber penghidupan masyarakat nelayan.

Hal ini disampaikan Alex Ofong saat reses bersama komunitas nelayan kabupaten Lembata di Desa Pada dan Waijarang pada Kamis (9/7/2026) yang diawali atraksi konvoi laut puluhan perahu motor nelayan dari Pelabuhan Jeti TPI Lewoleba hingga lokasi reses.

Alex Ofong menekankan pentingnya masyarakat nelayan melestarikan ekosistem laut dan pesisir untuk masa depan penghidupan mereka, karena itu perlu merawat terumbu karang sebagai rumah dan lamun sebagai makanan bagi ikan.

“Kita sebagai nelayan harus menjadi yang pertama merawat dan melestarikan terumbu karang dan lamun sebagai rumah dan makanan ikan karena kita yang selalu beraktivitas setiap hari di laut,” tegas Alex Ofong.

Dia juga mengatakan tradisi Muro di Lembata yang sudah menjadi pengalaman baik dan melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemajuan Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut di NTT harus menjadi praktik hidup nelayan di pesisir dan laut Lembata khususnya.

“Kita memiliki kearifan lokal Muro yang sudah diangkat menjadi Perda itu harus dihidupi masyarakat nelayan Lembata dan NTT dalam melestarikan ekosistem laut dan pesisir,” tandas Alex Ofong.

Dalam kesempatan reses tersebut, para nelayan menyampaikan berbagai keluhan diantaranya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), kesulitan mengakses perizinan tangkap bagi kapal berkapasitas kecil, menurunnya hasil tangkapan dan lain lain.

Reses dihadiri ratusan nelayan dan masyarakat desa Pada dan sekitarnya. Juga turut hadir mendampingi Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir, dua Anggota DPRD Kabupaten Lembata Fraksi NasDem Haji Bareng dan John Batafor.

Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir berjanji dalam jangka menengah akan memperjuangkan hadirnya stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) khusus bagi nelayan di Lembata.

“Kita sedang membangun komunikasi agar ada investor yang datang membangun SPBN di Lembata untuk menyediakan BBM khusus untuk nelayan,” ujar Wakil Bupati.

Selain itu, dalam jangka pendek Wakil Bupati berjanji segera mengumpulkan semua pemangku kepentingan untuk membicarakan solusi mengatasi masalah kelangkaan BBM khusus nelayan di Kabupaten Lembata.

“Dalam waktu dekat kita akan kumpulkan semua pihak terkait termasuk nelayan, Satgas dan pihak SPBU untuk membicarakan solusi terkait kelangkaan BBM yang dialami nelayan saat ini,” tegasnya.

Diketahui, Kabupaten Lembata memiliki luas wilayah 1.259,76 kilometer persegi, dikelilingi oleh laut seluas 3.393.995 km² (72,83 persen) dan memiliki garis pantai sepanjang 493 kilometer. 

Data menunjukkan kerusakan ekosistem pesisir di Pulau Lembata. Tutupan mangrove telah menurun drastis hingga 40 persen, menyisakan hanya 1,2 persen dari luas pulau. Terumbu karang juga mengalami kerusakan berat, dengan hanya 20 persen yang masih tersisa. Di Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, tutupan karang pada kedalaman 3 meter hanya sebesar 7,67 persen, sementara pada kedalaman 9 meter hanya 4,34 persen. Kerusakan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk pemanfaatan sumber daya pesisir yang tidak berkelanjutan oleh manusia.

Selain itu, dampak perubahan iklim turut memperparah kerusakan ekosistem dengan meningkatnya suhu atmosfer dan laut, serta semakin seringnya kejadian cuaca ekstrem, yang memperburuk degradasi ekosistem pesisir dan laut Pulau Lembata. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.