Puskeswan Benteng Jawa Vaksinasi Rabies Massal

oleh -1169 Dilihat
banner 468x60


RADARNTT, Borong – Untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit anjing rabies, pemerintah kabupaten Manggarai Timur melalui pemerintah desa Compang Mekar bersama Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Benteng Jawa melakukan vaksinasi rabies massal terhadap ratusan ekor anjing piaran masyarakat.

Kepala Desa Compang Mekar, Blasius Kasbun kepada media ini menjelaskan, kegiatan vaksinasi rabies pada Rabu, (3/12/2025) sebagai bentuk tanggapan pemerintah kecamatan atas laporan kasus gigitan anjing rabies yang terjadi pada bulan Oktober lalu di RT 09 desa Compang Mekar.

Bersama tim dari Puskeswan Benteng Jawa ratusan ekor anjing piaraan warga desa Compang Mekar disuntik obat untuk mencegah penyebaran virus yang cukup ganas itu.

”Bersama tim dari kecamatan dan desa melakukan penelusuran dan lakukan vaksin ratusan ekor anjing yamg tersebar di wilayah desa Compang Mekar,” jelas Kasbun.

Ditanya soal kejadian luar biasa pada 17 Oktober 2025 lalu, dirinya menceritakan bahwa anjing milik Vinsensius Ambri Moses, warga dusun Wejang Meleng RT 09 Kampung Bea Lalang benar menggigit seorang balita berusia empat tahun, korban dilarikan ke Puskesmas Benteng Jawa dan mendapat perawatan medis dirawat dengan status rawat inap.

Lebih jauh dikatakannya, hewan piaraan warga khususnya anjing masih sangat banyak, soalnya pada satu rumah tangga terdapat lebih dari dua ekor anjing sementara, sesuai surat edaran pemerintah kabupaten Manggarai Timur piara cukup dua ekor saja, kalau lebih dari dua maka itu harus dimusnahkan demi kenyamanan bersama.

”Piara cukup dua ekor saja, kalau lebih dar itu kita akan musnahkan,” tegas Kasbun.

Kades mengaku kalau dari tiga dusun yang tersebar di wilayah desa Compang Mekar, memiliki anjing piaraan warga cukup banyak, sementara persedian vaksin cuma 100 suntikan.

“Untuk itu kami telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan khususnya Puskeswan Benteng Jawa melalui drh. Marselinus Kantar sebagai Ketua Tim Vaksin menanggapi dan mengatasi kekurang vaksin tersebut,” jelasnya.

Kades Kasbun berharap agar warga masyarakat desa Compang Mekar tetap waspada terhadap situasi dan kondisi hewan piaraan khususnya anjing agar segera lapor ke pemerintah desa jika ada gejala ataupun kejadian yang tidak diingkan bersama.

Sementara Kepala Puskeswan Benteng Jawa drh. Marselinus R. Kantar menjelaskan tujuan diadakanya vaksinasi, pada dasarnya semua jenis vaksin pasti untuk meningkatkan titer anti bodi atau kekebalan tubuh pada Hewan Penular Rabies (HPR).

Soal kekurangan vaksin, drh. Kantara menjanjikan untuk menambahkan jumlah vaksin sehingga dapat mengatasi penyebaran HPR di desa Compang Mekar.

“Stok yang kami bawa hanya untuk 100 ekor anjing saja,” jelas Kantar.

Dirinya mengaku, kalau yang mereka lakukan karena keterbatasan vaksin di dinas peternakan kabupaten.

“Bukan kami sengaja tetapi saya akan berusaha untuk dilakukan penambahan vaksin bagi desa Compang Mekar,” imbuhnya.

Untuk diketahui, desa Compang Mekar tergolong zona merah makanya, dilakukan pelayanan khusus dan cekat, cepat ambil langkah tegas.

Dirinya berharap agar untuk antisipasi gigitan anjing semua kembali ke masyarakat untuk menertipakan peliharaanx degan cara di ikat/dikandangkan agar meminimalisir kontak degan manusia.

Kepala Puskeswan Benteng Jawa juga menyebutkan jenis vaksin yang diberikan adalah Nobivac. (AG/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.