RADARNTT, Bajawa – Pusat Studi Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Radamasa, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 dengan mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Berbasis Pendidikan, Ekonomi Produktif dan Kearifan Lokal untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)” yang merupakan kerja sama UNDANA dengan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memperkuat peran perempuan sebagai aktor utama pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban, S.H., M.Hum. selaku Ketua Tim. Anggota tim lainnya adalah Ivan Ndun, S.H., M.Hum., Melinda Ratu Radja, S.H., LL.M., serta Maria Wilhelsya Inviolata Watu Raka, S.H., Seluruhnya merupakan peneliti dan akademisi pada Pusat Studi SDGs Universitas Nusa Cendana.
Fokus: Pendidikan, Ekonomi, dan Kearifan Lokal
Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan desa melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mengenai pentingnya pendidikan, pengembangan ekonomi produktif berbasis potensi lokal, serta pelestarian kearifan lokal sebagai modal sosial dalam mendukung pencapaian SDGs.
Dalam sesi penyuluhan dan diskusi partisipatif, tim membahas isu strategis seperti peningkatan akses perempuan terhadap pendidikan, penguatan kewirausahaan berbasis sumber daya lokal, pengelolaan usaha ekonomi produktif, kepemimpinan perempuan dalam pembangunan desa, serta pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Peserta juga diajak mengidentifikasi potensi ekonomi Desa Radamasa dan peluang pengembangannya agar memberi nilai tambah bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Perempuan sebagai Penggerak Pembangunan
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak keluarga, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat. Ketika perempuan memperoleh akses terhadap pendidikan, peluang ekonomi, dan ruang berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh perempuan itu sendiri, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan desa secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus dibangun dengan tetap menghargai dan mengembangkan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat,” ujar Detji.
Kolaborasi UNDANA dan Pemkab Ngada ini mencerminkan komitmen bersama menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan pemberdayaan yang partisipatif, diharapkan perempuan di Desa Radamasa semakin mampu mengembangkan potensi diri, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan desa berkelanjutan.
Dukung 7 Tujuan SDGs
Selain memberikan penguatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata peran Pusat Studi SDGs UNDANA sebagai pusat kajian dan pengabdian yang mendukung pencapaian Agenda 2030.
Program ini sejalan dengan 7 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, antara lain: SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, SDGs 5 Kesetaraan Gender, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 10 Berkurangnya Kesenjangan, SDGs 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDGs 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui kegiatan ini, Pusat Studi SDGs UNDANA menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal. (AB/RN)









