PMKRI Maumere Menanam Pohon Menjaga Masa Depan

oleh -1000 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Maumere – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere Santo Thomas Morus melaksanakan aksi sosial penanaman pohon di Desa Watuliwung, Dusun Wetakara, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu output dari rangkaian Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) Tahun 2026, sebagai bentuk implementasi nilai kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Mengusung slogan “Menanam Hari Ini, Menjaga Masa Depan”, kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi dalam membangun kesadaran ekologis sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan penanaman ratusan pala dan durian itu melibatkan 45 orang.

Presidium Pendidikan dan Kaderisasi (PPK), Markus Anggelico Dony Lewar, mengatakan, kegiatan penanaman pohon pada hari ini bukan sekedar aksi ekologis biasa melainkan sesuai kurikulum pembinaan kader PMKRI, bahwa ada salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki kader PMKRI yakni kemampuan analisis sosial terkait persoalan aktual masyarakat.

“Kegiatan penanaman pohon pada hari ini bukan sekedar aksi ekologis biasa melainkan sesuai kurikulum pembinaan kader PMKRI. Dalam LKK kali ini, peserta diarahkan untuk membuat kajian dan analisis sosial berkaitan dengan isu kesejahteraan sosial berbasis dan masalah dan potensi lokal Desa Watuliwung, kami dapati satu persoalan menonjol di bidang pertanian yakni banyak tanaman perkebunan yang kurang produktif kontras dengan potensi lahannya yang sebenarnya besar sekali,” kata Jelo.

Menurut Jello, salah satu tanaman andalan masyarakat di Wetakara dan sebagian dusun Watuliwung paling besar adalah asam, sementara nilai jual komoditi asam rendah di tingkatan pengepul, belum ada dikembangkan tanaman perkebunan lain seperti pala dan kakao.

“Salah satu tanaman andalan Wetakara dan sebagian dusun Watuliwung paling besar adalah asam, sementara nilai jual komoditi asam rendah di tingkatan pengepul, belum ada dikembangkan tanaman perkebunan lain seperti pala dan kakao. Dari hasil riset kami didukung juga dengan input dari Dinas Pertanian, sebenarnya pala cocok ditanam di Watuliwung, ini potensi yang luar biasa untuk dikembangkan secara masal di Desa watuliwung, sehingga sebagai aksi nyata kami memberikan bantuan bibit pala sebagai pemantik saja dengan harapan bisa dikembangkan secara masal di kemudian hari,” ujarnya.

Ketua PMKRI Cabang Maumere Santo Thomas Morus Periode 2025–2026, Fabianus Rowa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Watuliwung, khususnya Dusun Wetakara, atas keterbukaan dan kesempatan yang diberikan kepada PMKRI. Ia berharap kehadiran PMKRI melalui berbagai program sosial dapat memberikan pengaruh positif serta memperkuat kemitraan antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Watuliwung atas keterbukaan dan kesempatan yang diberikan kepada PMKRI untuk melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut. Kami berharap kehadiran PMKRI melalui berbagai program sosial dapat memberikan pengaruh positif serta memperkuat kemitraan antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian menyampaikan apresiasi kepada PMKRI Maumere atas inisiatif yang dinilai konstruktif dan berdampak bagi masyarakat desa. Dalam sambutannya, Kepala Bidang Perkebunan, Markus Dualima, yang mewakili Kepala Dinas menyampaikan bahwa pala dan durian memiliki nilai ekonomis tinggi serta prospek jangka panjang.

Ia turut memberikan pelatihan teknis secara langsung mengenai metode penanaman, perawatan, serta pengelolaan tanaman agar dapat tumbuh optimal dan berkelanjutan.

Untuk diketahui, bibit tanaman yang disalurkan dalam kegiatan ini merupakan dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Melalui aksi sosial ini, PMKRI Cabang Maumere Santo Thomas Morus menegaskan kembali komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan lingkungan hidup.

Penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan investasi jangka panjang demi terciptanya masa depan yang lebih hijau, produktif, dan berdaya bagi generasi mendatang.

Turut hadir kegiatan ini, Pastor Moderator PMKRI Maumere, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka yang diwakili oleh Kepala Bidang Perkebunan, para senior PMKRI Cabang Maumere Santo Thomas Morus, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), peserta Latihan Kepemimpinan Kader Tahun 2026, serta masyarakat Dusun Wetakara sebagai penerima manfaat.

Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berbasis partisipasi dan keberlanjutan. (RA/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.